UIN Walisongo Diharapkan Jadi Penangkal Islamophobia

Menteri Agama Lukman Hakim dan Rektor UIN Walisongo Prof Muhibbin Noor. Foto: metrosemarang.com/MS-06
Menteri Agama Lukman Hakim dan Rektor UIN Walisongo Prof Muhibbin Noor. Foto: metrosemarang.com/MS-06

SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo diharapkan bisa menjadi penangkal Islamophobia dan jembatan integritas pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Dengan demikian, kehadiran UIN juga sebagai salah satu cara untuk mewujudkan Islam yang tanggap terhadap perubahan.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang yang berganti menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo sejak Oktober 2014. Perubahan tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Senin (6/4), bertepatan dengan Dies Natalis ke-45 UIN Walisongo.

“UIN merupakan tonggak sejarah peradapan baru Islam di Indonesia, sehingga diharapkan bisa menangkal Islamophobia yang belakangan ini menjangkiti dunia. Menerangkan pada dunia bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam,” kata Lukman Hakim dalam pidatonya.

Sementara, Rektor UIN Walisongo Prof Muhibbin Noor mengatakan kampus yang dipimpinnya akan menjadi kampus peradapan dan kemanusiaan. “Ilmu pengetahuan dan teknologi harus bisa menciptakan kedamaian. Islam itu damai dan toleran,” tandasnya.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam peresmian UIN Walisongo, termasuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Kapolda Irjen Noor Ali, serta Pangdam Diponegoro Mayjen Bayu Purwiyono. (MS-06)

You might also like

Comments are closed.