UKSW Edukasi Wawasan Kebangsaan Indonesia Timur

Kampus UKSW. (Metrosemarang/Ist)

SALATIGA – Membangun Indonesia Timur sama dengan membangun Indonesia. Itulah topik yang diangkat dalam webinar yang mengangkat tema  “Membangun Kawasan Indonesia Timur sama dengan Membangun Indonesia” Merajut Kebhinekaan Mewujudkan NKRI Yang Kuat yang digelar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)Salatiga, melalui Zoom, Kamis (12/11).

Dalam seminar tersebut mengundang beberapa pembicara diantaranya Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Bid Polhukam dan HAM Laus Deo Calvin Rumayom, Perwakilan generasi muda Papua Pemerhati Pembangunan di Papua, Herepa Hesegem.

Sebagaimana diketahui, pembangunan Indonesia Kawasan Timur menjadi salah satu fokus Pemerintah saat ini. Hal tersebut guna mewujudkan keinginan bersama guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum dan khususnya Indonesia Bagian Timur yaitu Papua dan sekitanya yang merupakan wilayah yang sangat eksotik dan memiliki daya tarik salah satunya sebagai tujuan pariwisata.

Rektor UKSW Neil Rupidara, pembangunan infrastruktur merupakan pembangunan yang melibatkan dimensi kompleks. Dalam hal ini, banyak yang mengkritik pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak terlalu penting.

“Jadi ini dimensi yang kompleks orang sangat cepat kritik. Itu enggak penting, padahal pembangunan infrastruktur ini sangat dibutuhkan,” tuturnya.

“Semangat untuk menjadi Indonesia harus tetap kuat dan solid dalam perkembangan zaman yang sedang kita hadapi saat ini,” ucapnya.

Kepala Lembaga Kemahasiswaan UKSW Giner Maslebu menyebut, Indonesia yang beragam suku budaya dan memiliki ribuan pulau perlu ada sentuhan pembangunan infrastruktur. Hal itu bertujuan untuk memajukan fundamental ekonomi Indonesia.

Pasalnya pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan dalam mempercepat perekonomian nasional, apalagi di kawasan daerah timur.

“Indonesia sangat membutuhkan sentuhan pembangunan. Ini bukan sifat mewah membangun Indonesia tapi ini suatu keharusan membangun Indonesia pada saat estafet mengemban amanah pendiri bangsa untuk mendorong memajukan ekonomi,” ujarnya

Ketua Panitia Webinar Thomas E Alunat menyampaikan Webinar ini diikuti tidak kurang dari 700 peserta yang tersebar di berbagai Kampus yang ada di Indonesia,.

“Webinar secara online karena saat ini masih pada masa pandemi covid19,” ungkapnya.(asi)

You might also like

Comments are closed.