Ulfi Kaget Kantornya Digeledah Polisi

Penggeledahan di kantor DKP Kota Semarang, Selasa (23/12). Foto Metrosemarang
Penggeledahan di kantor DKP Kota Semarang, Selasa (23/12). Foto Metrosemarang

SEMARANG – Terkait penggeledahan oleh Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polrestabes Semarang, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki mengakuinya. Menurutnya, Penyidik Tipikor meminta izin ke dirinya untuk mencari dokumen yang diperlukan untuk kasus dugaan korupsi tahun 2012.

‘’Intinya mohon izin untuk mencari dokumen yang dibutuhkan dalam rangka pemeriksaan kasus tahun 2012, yang diduga melibatkan Sujadi,’’ ujarnya.

Menurutnya, penyidik menggeledah sejumlah ruangan yakni Bagian Keuangan dan Bagian Pertamanan. Penggeledahan untuk mencari bukti-bukti terkait dugaan kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Sujadi, mantan Kepala Bidang Pertamanan DKP saat itu. Saat ini Sujadi sudah mutasi di Dinas Pertanian.

Ulfi mengaku tidak tahu persis kejadian kasus dugaan korupsi itu karena baru masuk ke DKP Januari 2014. Ia menyerahkan kepada penyidik kelanjutan dari proses pemeriksaan kasus tersebut.

Namun, penggeledehan itu diakui mengejutkan dan mengganggu pekerjaan para stafnya. Sebab saat ini mereka sedang bekerja lembur menyelesaikan pembuatan laporan program tahun 2014.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah penyidik datang ke DKP pada pukul 10.20 dengan mengendarai sejumlah mobil. Mereka lalu menuju ruang kerja DKP untuk mencari dokumen yang diperlukan.

Sujadi menjadi terperiksa kasus dugaan korupsi dana pertamanan tahun anggaran 2012. Saat itu ada anggaran perawatan taman yang harus dilelang terlebih dahulu, tetapi dipecah-pecah oleh Sujadi lalu menunjuk rekanan secara langsung.

Pada Oktober 2013, Sujadi menjalani pemeriksaan perdana untuk meminta keterangan terkait dugaan korupsi belanja sarana prasarana taman oleh DKP sebesar Rp 744 juta pada APBD Semarng 2012. Dalam pemeriksan pertanggungjawaban belanja, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tidak menemukan bukti belanja.

Namun BPK menemukan nota kuitansi pemeliharaan sarana taman kota Rp 418.003.202 yang disimpan Sujadi. Dari hasil pengembangan Penyidik Tipikor Satreskrim Polrestabes Semarang ditemukan paket pengerjaan lebih besar dari dugaan sebelumnya dengan anggaran mencapai Rp1,8 miliar. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.