Umami Ciptakan Barongsai Unik Hasil Daur Ulang

Umami dan barongsai hasil kreasinya. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Umami dan barongsai hasil kreasinya. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Membuat suatu kerajinan tak harus dengan bahan baku yang mahal. Dengan barang hasil daur ulang pun jika seseorang pandai mengolahnya akan menjadi pundi-pundi rupiah.

Seperti yang digeluti Umami (56) warga Rt 2 Rw 3 Kelurahan Karang Roto Kecamatan Genuk Semarang. Berawal dari coba-coba meniru kerajinan barongsai yang sering dikerjakan suaminya, kini Umami bisa membuka usaha kerajinan sendiri di rumahnya.

Sekitar lima tahun lalu, Umami selalu harap-harap cemas karena penghasilan sang suami tidak mencukupi untuk menghidupi keluarganya. Pekerjaan suami yang masih ikut orang, membuat tak ada jaminan dimasa mendatang. Saat itu, Umami meminta suaminya membuatkan contoh barongsai satu buah untuk ditiru dirumahnya.

“Dulu saya cari modal pinjaman untuk beli kertas bekas. Awalnya modal Rp 500 ribu, setelah mencoba membuat satu sampai bisa, akhirnya suami saya suruh buat replika dari cor-coran semen,” kata Umami, belum lama ini.

Jika sudah terbiasa, lanjut Umami, tak sulit membuat barongsai. Berbahan dasar kertas stofmap bekas yang sudah dibasahi, kemudian ditempelkan ke replika barongsai yang terbuat dari semen. Agar kertas mengeras, maka harus dijemur dan diolesi lem hingga merata.

“Agar hasilnya bagus, lapisan kertas sampai empat kali, lemnya juga dicampuri gandum,” terang perempuan 7 anak dengan 15 cucu ini.

Jari-jari Umami terlihat lihai merangkai desain kepala barongsai. Kedua tangannya bisa saling bergantian mengambil bahan satu persatu dan dipadukan hingga beberapa proses. Setelah empat lapisan kering dan mengeras, langkah selanjutnya adalah memberi warna, agar barongsai terlihat lebih hidup.

“Kalau sehari tidak disambi dengan pekerjaan lain, saya bisa membuat sampai 10 barongsai,” jelasnya.

Kini, kerajinan tersebut tak hanya ia produksi saat menjelang Imlek saja. Setiap hari ia tetap membuat karena beberapa daerah luar jawa kerap mengambil barang darinya. “Setiap hari pasti buat, kan sudah ada yang langganan dari luar Jawa juga ada, seperti Kalimantan dan Bali,” ungkapnya.

Satu buah barongsai membutuhkan waktu tak kurang dari 1 jam pengerjaan. Untuk harga, dia mematok antara Rp 25 hingga Rp 45 ribu perbuah. (CR-08)

Comments are closed.