UMK di Jateng Diumumkan Akhir November

METROSEMARANG.COM – Jumlah upah minimum kabupaten dan kota (UMK) di Jawa Tengah dipastikan akan diumumkan sekitar akhir bulan ini. Kepastian itu didapatkan saat Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono ditemui usai rapat paripurna bersama DPRD Jateng di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (6/11).

Sekda Jateng Sri Puryono
Foto: metrosemarang.com/dok

Menurutnya dalam menetapkan UMK 2018, tiap pemerintah daerah sudah memiliki patokan besaran upah yang jelas. Sri menyebut UMK ditentukan dari besaran kebutuhan hidup layak (KHL) dikali 8,71 persen. Namun, bagi daerah yang KHL buruh belum terpenuhi, tidak akan menerima kenaikan.

Sri mengatakan pengumuman UMK kabupaten/kota untuk Jawa Tengah paling lambat akan diumumkan 21 November nanti. “Kemungkinan 21 November besok,” ungkap Sri.

Meski begitu, Sri mengaku sejauh ini belum menerima semua rekomendasi besaran UMK yang diajukan tiap pemerintah kabupaten/kota. Beberapa daerah belum menyerahkan usulannya.

Dilain pihak, Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, mengimbau tiap daerah agar tidak berpatokan pada besaran UMP yang sudah ditentukan oleh pemerintah provinsi.

Jika pengusaha punya kemampuan memberi buruh upah tinggi, maka UMK 2018 harus dinaikkan. Ia juga menegaskan bahwa para buruh harus memahami untuk tidak menuntut upah terlampau tinggi.

Karena itulah, kedua belah pihak harus ada saling pengertian. “Harus jaga iklim kondusif. Politik, ekonomi, sosial Jateng sudah bagus,” tandasnya. (far

You might also like

Comments are closed.