UNBK SMP, Hendi Anjurkan Genset Dihidupkan sejak Awal

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengharapkan setiap sekolah dapat menyalakan genset bukan hanya pada saat suplai listrik dari PLN terputus, tetapi justru dari awal ujian dimulai. Sebab suplai listrik dari PLN dapat mati kapan saja dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP.

Pelaksanaan UN SMP hari pertama di Semarang berlangsung lancar. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Bahaya juga kalau misalnya itu pakai listrik (PLN) dulu kemudian mati di tengah jalan,” kata Hendi, sapaan akrabnya wali kota saat mengecek kesiapan genset untuk UNBK di SMP N 39 Semarang, Selasa (2/5). Ia meninjau UN di SMP N 5 Semarang, SMP N 39 Semarang, SMP Muhammadiyah 3 Semarang, dan MTs Negeri 1 Semarang.

Meskipun begitu, Hendi mengatakan bukan berarti dirinya tidak percaya kepada sistem yang telah dirancang oleh pemerintah pusat. ”Konteksnya positif, dalam rangka untuk melakukan pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.

Dia menegaskan, persoalan suplai listrik dari PLN yang bisa mati kapan saja dalam UNBK SMP di Kota Semarang, dapat menjadi potensi penghambat siswa dalam mengerjakan soal ujian dengan maksimal.

Siminto, Kepala SMP N 39 Semarang mengatakan, bahwa telah menjalankan sesuai harapan Hendi dengan menyalakan genset dari awal pelaksanaan UNBK di sekolahnya.

”Memang biasanya kalau listrik mati baru genset dihidupkan, tapi kami sudah menyalakan sejak awal,” jelas Siminto.

Dirinya juga menjelaskan bahwa biaya untuk penyewaan genset di SMP N 39 setiap harinya adalah sebesar Rp 1.350.000 per hari menggunakan dana BOS. Sudah termasuk bahan bakar dan operatornya. Untuk pelaksanaan ujian sendiri selama 4 hari.

”Untuk keamanan saja, suara genset tidak mengganggu siswa yang mengerjakan ujian,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.