Undip Gelar Ujian Tertulis Jalur Mandiri di 19 Kota

METROSEMARANG.COM – Ujian seleksi mandiri penerimaan mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) dilaksanakan serentak di 19 Kota di Indonesia, Sabtu (8/7). Sebanyak 26.188 pendaftar melaksanakan ujian yang dilakukan dengan metode PBT (Paper Basic Test).

Ujian seleksi calon mahasiswa dari jalur mandiri, Sabtu (8/7). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Kami melaksanakan dengan PBT karena sistem ujian mandiri dilakukian di 19 kota, sehingga kalau menggunakan CBT (Computer Basic Test) itu menjadi kendala,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Muhammad Zainuri.

Sebenarnya ada 21 kota yang menggelar ujian mandiri untuk Undip, tapi untuk Bekasi, Tangerang, dan Cibubur dipusatkan di Jakarta. Penyelenggaraan di 19 Kota tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan bagi para peserta ujian. Pasalnya para peserta tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan ujian di Semarang.

Selain itu juga untuk menggali potensi calon mahasiswa di daerah-daerah. “Lalu akan diikuti dengan berbagai prestasi mereka untuk kakak-kakak kelas mereka yang sudah masuk ke Undip, bagaimana perkembangan proses pembelajarannya dan pencapaian indikator kita,” beber Zainuri.

Sementara, dari 26.188 pendaftar yang terbagi menjadi 16.895 peserta untuk Sains dan Teknologi (Saintek) dan 9.293 peserta untuk Sosial dan Humaniora (Soshum) memperebutkan sekitar 2.200 kursi.

Untuk penyelenggaraannya sendiri, tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja ada salah seorang peserta yang salah membaca informasi sehingga salah tempat dalam melaksanakan ujian mandiri ini.

“Tadi pagi itu ada anak mendaftarnya di Jakarta, yang seharusnya testnya di Jakarta, tetapi tidak membaca betul kartu pesertanya, dia ujiannya di Semarang, panitia pun melayani,” tambah Zainuri.

Selain itu pada seleksi mandiri ini, pihak Undip juga memberi kesempatan kepada para peserta yang tidak mampu dengan menyertakan data yang benar dan akan masuk ke dalam kelompok Afirmasi. Kelompok afirmasi merupakan kebijakan rektor Undip terutama untuk anak petani dan nelayan.

“Yang memang pehasilannya tidak tentu, dan barangkali karena suatu hal tidak dapat mengikuti SBMPTN, tetap kita fasilitasi,” pungkas Zainuri. (fen).

You might also like

Comments are closed.