Unik, Ratusan Pelajar Pantau Gerhana Matahari lewat Teropong Kardus

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pelajar di Semarang hari ini, Rabu (9/3), ikut menyambut momentum gerhana matahari sebagian dengan gegap gempita. Di SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang, sejumlah siswa membuat teropong dari kardus bekas untuk mengamati seberkas cahaya matahari yang tertutup bulan.

“Saya sangat takjub karena dapat lihat gerhana pakai teropong kardus yang saya buat sendiri,” ungkap Choirunnisa Kurnia, siswi kelas VIII SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang, kepada metrosemarang.com.

Siswa SMP Islam Sultan Agung 4 mengamati gerhana matahari menggunakan kardus. Foto: dok humas
Siswa SMP Islam Sultan Agung 4 mengamati gerhana matahari menggunakan kardus. Foto: dok humas

Nisa panggilannya mengaku antusias memantau gerhana matahari bersama teman sebayanya. “Ada 30 buah teropong yang saya bagikan sama teman-teman sekelas. Senang rasanya pertama kali lihat gerhana di halaman sekolah,” kata gadis berparas cantik ini.

“Mataharinya keliatan cahayanya yang tertutup bulan dan sudah berbentuk bulan sabit,” sambungnya.

Sedangkan Erni Segilestari, rela berangkat dari rumahnya sejak pagi buta agar dapat melihat penampakan gerhana matahari. Ini juga jadi momentum spesial baginya karena sang surya yang biasanya menyapa dengan hangat, kali ini tampak meredup.

“Baru kali ini lihat sendiri penampakannya dan takjub rasanya,” akunya.

Ia menjelaskan mengamati gerhana lewat teropong kardus lebih kreatif karena selain terhindar dari bahaya kebutaan mata, juga bisa menjalin keakraban dengan banyak orang.

Agar penampakan gerhana matahari dapat dilihatnya, ia sengaja melubangi salah satu tutup kardus lalu di sisi lainnya menutup lubang kardus dengan kertas alumunium. “Lebih kreatif pakai teropong kardus daripada kacamata,” bebernya.

“Ini kelihatan jelas meskipun bentuknya kecil,” sahut Chyntia Rahmasari siswi lainnya.

Muhammad Sabardi, guru SMP Islam Sultan Agung berkata mengamati gerhana matahari lewat teropong kardus merupakan salah satu teori Fisika. Ia bilang, orang bisa mengintip lubang kardus dengan membelakangi matahari.

“Ada 475 siswa yang ikut mengamati gerhana hari ini,” tambahnya.

Pengamatan gerhana itu juga diselingi dengan salat sunnah dan menggelar kajian ilmiah terkait fenomena gerhana matahari bersama seluruh pengajar di masjid setempat. (far)

You might also like

Comments are closed.