Unnes Menari 24 Jam Nonstop bakal Tampilkan 1.500 Penari

METROSEMARANG.COM – Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali menggelar kegiatan menari selama 24 jam nonstop, sebagai rangkaian peringatan Hari Tari Sedunia. Sedikitnya 1.500 penari bakal dilibatkan dalam kegiatan yang berlangsung pada 29-30 April 2016 tersebut.

Ketua panitia, Usrek Tani Utina mengatakan, penyelenggaraan tahun ini bakal menampilkan konsep berbeda dibanding dua edisi sebelumnya. Salah satu yang mencolok adalah tidak akan ada penari yang menari selama 24 jam nonstop.

Ilustrasi Foto: istimewa
Ilustrasi
Foto: istimewa

Pada peringatan Hari Tari Sedunia pada 2014 lalu diperingati selama 12 jam, tahun kedua selama 18 jam. “Pada peringatan tahun ini akan diisi sajian-sajian secara bergantian dari berbagai sanggar tari, sekolah, maupun perguruan tinggi,” kata Usrek dalam keterangan tertulis, Senin (18/4).

Dosen Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes ini menambahkan, peringatan Hari Tari Sedunia tahun ini mengambil tema “Peneguhan Tari sebagai Mediasi, Edukasi, dan Konservasi”.

Rangkaian kegiatan bakal diawali dengan pelatihan tari gaya Surakarta pada 26 April dan bedah buku Manajemen Seni Pertunjukan karya dosen Seni Musik Unnes, Prof Jazuli, pada 27 April. Buku tersebut bakal dibedah oleh seniman tari Kota Semarang, Yoyok Priambodo.

Untuk kegiatan menari selama 24 jam nonstop berlangsung mulai 29 April pukul 09.00 dan berakhir pada 30 April pukul 09.00, dengan melibatkan sedikitnya 1.500 penari. “Penari bakal unjuk kebolehan di kampus Sekaran, Gunungpati, pada tiga tempat berbeda, yakni Gedung B6, panggung terbuka di kompleks FBS Unnes, juga Laboratorium Budaya dan Pusat Eduwisata yang baru saja diresmikan oleh Menristek Dikti beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Usrek mengatakan pendaftaran pengisi acara Hari Tari Sedunia 2016 di Unnes masih dibuka hingga 26 April melalui Saguh (085640816087). (*)

You might also like

Comments are closed.