Usai Digeruduk Warga, FPI Masih Nekat Beredar di Semarang

METROSEMARANG.COM – Pasca-penolakan warga pada pertengahan April lalu, pengurus Front Pembela Islam (FPI) menyatakan tetap berkomitmen menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di Kota Semarang.

Mediasi polisi dengan petinggi FPI Jateng pada pertengahan April silam. FPI tetap bersikeras akan melebarkan sayap ke Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Ketua Tim Advokasi FPI Semarang, Zainal Abidin Petir mengatakan, tidak takut dengan imbauan aparat kepolisian yang melarang ormasnya agar tidak beraktivitas lagi di Kota Lumpia.

“Teman-teman FPI pada prinsipnya tetap melakukan segala aksi untuk menegakan nahi mungkar. Apapun itu yang berhubungan dengan tindakan maksiat dan melanggar aqidah Islam akan kita lakukan penegakan, baik secara lisan, peringatan maupun tindakan langsung,” kata Petir saat dikontak metrosemarang.com, Minggu (7/5).

“Masa’ polisi berani melarang penegakan nahi mungkar yang jelas-jelas melanggar hukum Islam,” jelasnya.

Dengan kata lain, ia menyatakan tetap mengabaikan penolakan yang dilakukan warga dan sejumlah ormas kepemudaan belum lama ini.

Penegakan nahi mungkar yang ia maksudkan diatas yakni peredaran minuman keras (miras), perjudian, perzinahan atau seks bebas serta kegiatan yang menjurus kemaksiatan lainnya. “Tetap kita lakukan,” ungkap Zainal lagi.

Disinggung soal penindakan kejahatan yang selama ini jadi kewenangan pihak kepolisian, ia kembali berkelit bahwa hal itu harus dibarengi dengan tindakan nyata sesuai nahi mungkar.

Untuk pelarangan pembentukan markas  FPI di Semarang, lebih lanjut, ia mengaku belum bisa mengambil sikap lebih jauh. Menurutnya pembentukan markas FPI Semarang kini masih dikaji ulang oleh pimpinan DPP FPI di Jakarta.

“Kita belum bisa mengiyakan atau mengambil sikap lainnya. Itu masih dikaji oleh pengurus pusat,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, ribuan warga Kota Semarang berhasil menggagalkan peresmian markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Pregiwati I, Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara pada April kemarin. Ada 15 elemen kepemudaan yang menggeruduk rumah Zainal Abidin Petir karena santer dikabarkan akan dipakai sebagai markas ormas ekstrem tersebut. (far)

You might also like

Comments are closed.