Usai Diperiksa 5 Jam, Agoes Kroto Akhirnya Dikerangkeng di Kedungpane

Kepala Biro Pembangunan Daerah Agoes Soeranto (dua dari kiri, bertopi merah baju batik) masih mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam kunjungan kerja ke Purworejo, Cilacap, dan Purbalingga, Rabu (23/6). Agoes resmi ditahan Kejati Jateng, Selasa (29/9) dalam kasus dugaan penyelewengan Bansos 2011. Foto: dok metrojateng.com
Kepala Biro Pembangunan Daerah Agoes Soeranto (dua dari kiri, bertopi merah baju batik) masih mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam kunjungan kerja ke Purworejo, Cilacap, dan Purbalingga, Rabu (23/6). Agoes resmi ditahan Kejati Jateng, Selasa (29/9) dalam kasus dugaan penyelewengan Bansos 2011. Foto: dok metrojateng.com

 

METROSEMARANG.COM – Usai menjalani pemeriksaan maraton selama lima jam, mantan Kabiro Keuangan Pemprov Jawa Tengah, Agoes Soeranto akhirnya ditahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat, Selasa (29/9). Ia terjerat kasus korupsi dana Bansos Provinsi Jateng Tahun Anggaran 2011.

Dari informasi yang dihimpun, pria yang akrab disapa Agoes Kroto ini dijebloskan ke dalam Lapas Klas I Kedungpane Semarang pukul 14.30 WIB. Ia menjalani pemeriksaan atas kasus yang menimpanya sejak pukul 10.00 WIB.

Pria yang terakhir kali menjabat Kabiro Pembangunan Daerah (Bangda) Pemprov Jateng itu terlihat mengenakan kemeja abu-abu dan rompi tahanan merah. Agoes dikawal oleh penyidik Kejati Jateng saat keluar dari salah satu ruangan di Gedung Kejati Jalan Pahlawan Semarang.

H.D Junaedi, kuasa hukum tersangka kaget tatkala mengetahui penetapan penahanan tersangka. “Selesaikan dulu Joko pemeriksaan sebelumnya baru lanjut ke sini. Masa’ langsung main tahan, kan ngga bisa tiba-tiba seperti itu,” tegas Junaedi.

Atas kasus yang menimpaa kliennya, Junaedi akan mempelajari terlebih dahulu situasi dan kondisi kliennya terlebih dahulu sebelum bertindak lebih lanjut. “(Kasusnya) akan dipelajari dulu dan bila perlu, maka kami akan melakukan upaya hukum lain salah satunya penangguhan atau mengajukan gugatan pra peradilan,” terang Junaedi.

Sejauh ini, perwakilan penyidik Kejati Jateng belum memberikan keterangan ihwal penahanan bekas anak buah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo tersebut. Selain Agoes, kasus penyelewengan dana Bansos Jateng juga menjerat lima mantan aktivis mahasiswa serta sejumlah pejabat Pemprov Jawa Tengah.

Penting diketahui, Agoes Kroto diduga ikut bertanggung jawab dalam penyimpangan penyaluran bantuan sosial Tahun Anggaran 2011 lantaran telah nota dinas kepada Biro Bina Sosial. Dalam nota dinas tersebut, ditegaskan agar proposal yang diajukan melalui Biro Keuangan segera diproses dan dicairkan sesuai nominal yang dicantumkan.

Pemprov Jawa Tengah sendiri telah mengucurkan dana Bansos Rp 26,9 miliar. Tapi dalam perkembangannya, terjadi penyelewengan sesuai audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dari nominal Rp 1 miliar yang disalurkan telah diselewengkan sebesar Rp 605 juta.

Dalam kasus yang sama, Kejaksaan Tinggi telah menetapkan delapan tersangka. Yakni Agoes Kroto, staf ahli Gubernur Jawa Tengah Joko Mardiyanto, mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Biro Bina Sosial Joko Suryanto, serta lima mantan mahasiswa penerima fiktif bansos. (far)

 

 

 

 

You might also like

Comments are closed.