Usai Diprotes, Festival Kuliner Imlek Dijaga Ketat Brimob

METROSEMARANG.COM – Setelah dikecam oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Semarang (FUIS), acara Festival Kuliner Imlek akhirnya resmi diselenggarakan pada hari ini, Senin (23/1). Puluhan peserta tetap menjual makanan olahan daging babi meski dihantui intimidasi dari kelompok ormas tertentu.

Persiapan Pork Festival 2017 di Mal Sri Ratu. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Firdaus Adinegoro, Ketua Komunitas Kuliner Semarang sebagai pencetus festival itu menegaskan acaranya tetap digelar dengan aman dan tertib, setelah mendapat jaminan keamanan dari pihak kepolisian setempat.

Menurutnya, saat ini sudah ada sedikitnya delapan Brimob yang memperketat penjagaan di semua akses masuk festival. “Tetap digelar dan empat Brimob menjaga di pintu depan serta empat lagi berada di pintu belakang,” kata Firdaus saat membuka acaranya di pelataran Mal Sri Ratu Jalan Pemuda.

Penjagaan ketat itu merupakan instruksi langsung dari Kapolreatabes Kombes Pol Abiyoso Seno Aji yang menginginkan situasi keamanan berlangsung kondusif. Ia bilang aksi protes yang dilakukan kelompok FUIS tak berpengaruh terhadap jumlah pengunjung festival.

Sejauh ini, ia lega karena antusiasme masyarakat Semarang mencicipi menu daging babi tetap tinggi.

“Ini sudah sesuai ekspekstasi saya, walaupun ada beberapa pengunjung yang pikir-pikir datang ke sini setelah ada kejadian kemarin,” tegasnya.

Ia menargetkan sedikitnya 3.000 pengunjung datang di hari pertama festival. Untuk ledakan jumlah pengunjungnya, ia memperkirakan akan terjadi pada hari ketiga hingga hari terakhir acara.

Pork Festival yang kini berganti nama jadi Festival Kuliner Imlek hari ini dipadati para pengunjung. Pihak panitia menjual ragam kuliner berbahan baku babi dengan harga murah hanya Rp 10 ribu-Rp 50 ribu per porsi.

Beberapa stand menjual babi panggang, lumpia babi, sate babi, babi crispy, pork steak hingga kudapan lainnya yang menggoyang lidah pengunjung. (far)

You might also like

Comments are closed.