Usai Divonis Setahun, Harini Masih Sebut-sebut Sukawi dan Marmo, Ada Apa?

Harini Krisniati akhirnya divonis setahun penjara dalam kasus penyimpangan program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Harini Krisniati akhirnya divonis setahun penjara dalam kasus penyimpangan program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Harini Krisniati dijatuhi vonis satu tahun penjara dalam kasus korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007. Staf ahli Wali Kota tersebut juga dijatuhi denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan penjara

“Menjatuhkan kepada terdakwa, hukuman pidana selama satu tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan penjara,” ucap Hakim Ketua Gatot Susanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kamis (15/10).

Majelis hakim menilai Harini terbukti secara sah dan meyakinkan menyalahgunakan kewenangan atas jabatannya bersama-sama dengan Evasene Martin selaku bendahara dan Sita Dewi selaku Kuasa Pengguna Anggara (KPA) sehingga merugikan keuangan negara.

Hakim juga berpendapat bahwa Harini yang menjabat sebagai Sekretaris Panitia Program SPA  telah memerintahkan pembayaran atas sejumlah tagihan dari para penyedia barang dan jasa. “Uang titipan terdakwa yang dititipkan kepada penyidik kejaksaan supaya dirampas guna membayar kerugian negara,” imbuh Gatot.

Terdakwa terbukti melanggar pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta Harini dihukum 18 bulan penjara.

Sementara itu, terdakwa Harini mengaku ikhlas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya. Ia merasa bahwa sebagai seorang pimpinan tidak patut lari dari tanggung jawab, apapun bentuknya.

Harini juga mengatakan bahwa dalam perkara kasus korupsi SPA 2007 ini, cukup dirinya saja yang dijerat. Menurutnya, tak perlu lagi ada tersangka lain yang harus dimintai pertanggungjawaban atas kasus yang menelan kerugian negara sekira Rp 510 juta tersebut.

“Kalau soal banding atau terima putusan majelis hakim, saya masih pikir-pikir, apakah ini yang terbaik dari Gusti Allah. Bagi saya cukup saya saja yang dijerat, ndak perlu merembet ke yang lain-lain, Evasene Martin, Sita Dewi, Sukawi Sutarip, Marmo ndak perlulah, cukup saya saja yang menanggung,” kata Harini. (yas)

You might also like

Comments are closed.