Usai Lebaran, Belasan PSK Belia di Semarang Idap Penyakit Kelamin

Razia PSK di Semarang,beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok
Razia PSK di Semarang,beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

SEJUMLAH pekerja seks komersial (PSK) di Kota Semarang mulai mendatangi klinik pengobatan kulit dan kelamin di Griya ASA, Kalibanteng Kulon Semarang Barat, pada Rabu (29/7) siang. Kedatangan mereka untuk melakukan cek kesehatan terutama memeriksakan keluhan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS).

Dokter Klinik Griya ASA Dr Dwi Yoga Yulianto mengatakan, meski tempat prakteknya baru buka empat hari, tapi ada belasan PSK pendatang dari luar Kota Semarang yang mulai memeriksakan kesehatan organ intimnya.

“Setelah Lebaran, kami layani pengobatan bagi PSK pendatang baru. Dari jumlah 250 PSK yang kami cover, 5 persen atau 15 orang di antaranya sudah periksa kesehatan ke sini,” kata pria yang menjabat sebagai Ketua PKBI Semarang itu, kepada metrosemarang.com.

Beberapa wanita tuna susila yang cek kesehatan, kata dia, mengeluhkan takut terkena gejala penyakit IMS. Meski demikian, dengan pemahaman yang sudah baik hal itu bisa diantisipasi dengan diobati sejak dini. “Tadi yang datang ke sini rata-rata usianya masih sekitar 20-25 tahun,” akunya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, PSK berusia muda dan tua selama ini tak hanya menghuni resosiliasi Sunan Kuning (SK). Tapi, keberadaan mereka juga tersebar di beberapa ruas jalan raya seperti Jalan A Yani, Stasiun Tawang, Jalan Tanjung, Jalan Pandanaran, Gajah Mada depan Stasiun Poncol, Jembatan Mberok dan belakang MAJT.

“Di tiap spot, jumlahnya bervariasi. Ya sekitar 10-60 PSK dan terbanyak mangkal di Tawang dan Jalan Imam Bonjol. Di situ tiap malam ada 30 orang,” urainya.

Diluar itu, ia belum menerima pemeriksaan kesehatan dari penghuni resos. Hal itu karena semua wisma di SK baru aktif kembali mulai pekan depan. (far)

You might also like

Comments are closed.