Usia 471 Tahun, Kota Semarang Masih Dihantui Rob

METROSEMARANG – Kota Semarang yang usianya telah memasuki 471 tahun masih terus dihantui oleh permasalahan klasik yakni persolan rob di wilayah pesisir. Pemerintah Kota Semarang diminta harus segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi menuturkan, persoalan banjir dan rob masih menjadi momok yang menghantui warga Semarang khususnya yang tinggal di wilayah pesisir.

HUT Semarang
Wali Kota Hendi memeriksa pasukan saat upacara peringatan HUT ke-471 Kota Semarang di Balaikota, Rabu (2/5). (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

‘’Di usianya ke-471, Kota Semarang masih terus dihantui oleh masalah klasik ini. Oleh karena itu Pemerintah harus segera menyelesaikannya, agar pengentasan banjir dan rob di wilayah pesisir bisa tuntas,’’ kata Supriyadi saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-471 Kota Semarang di halaman Balaikota, Rabu (2/5).

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan pekerjaan rumah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu masih banyak. Persoalan banjir di daerah pesisir baik di wilayah barat maupun timur Semarang harus segera dapat dituntaskan.

‘’Sinergi mesti harus dilakukan oleh Pemerintah dengan masyarakat, swasta dan dewan agar persoalan rob dan banjir tuntas,’’ tegasnya.

Selain persoalan rob dan banjir, Supriyadi menambahkan Pemkot Semarang juga masih memiliki pekerjaan masalah kemacetan yang juga harus segera ditangani. Kota Semarang sebagai Kota Metropolitan menjadi magnet bagi masyarakat untuk datang yang harus diantisipasi munculnya persoalan kemacetan yang dapat semakin parah.

‘’Sejumlah perbaikan infrastruktur jalan maupun sarana dan prasarana untuk kepentingan umum jua terus dikebut oleh pemerintah kota,’’ tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengharapkan peran serta masyarakat untuk bergerak bersama membangun Semarang. Termasuk untuk menyelesaikan persoalan rob dan kemacetan tersebut.

Peran serta masyarakat dan pihak swasta dinilai sangat penting untuk memajukan Kota Semarang. ‘’Kita bekerja, sekolah dan hidup di Kota Semarang. Maka sudah sepantasnya kita juga ikut memikirkan perkembangan Kota Semarang,’’ katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.