Usung Mistis Kejawen, Film ‘Nini Thowok’ Siap Bersaing di Awal Tahun

METROSEMARANG.COM – Sebuah film horor berjudul ‘Nini Thowok’ akan dirilis pada 1 Maret 2018 nanti. Untuk mengawali promo perdana film tersebut, para kru film tersebut menggelar roadshow di sejumlah sekolah yang ada di Semarang.

Inggrid Widjanarko dan Gesata Stella saat sesi foto di aula SMKN 2 Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Bertempat di SMK Negeri 2 Semarang, dua pemeran utama di film Ingrid Widjanarko dan Gesata Stella menyapa ratusan siswa setempat. “Di film ini saya menjadi sosok Mbok Girah. Tetapi yang paling berkesan ketika saya syuting di Pabrik Gula Gondang Winangoen Klaten. Lokasinya di sebuah bangunan tua yang disetting menyerupai rumah sekaligus losmen. Saya diceritakan dalam film menjadi penjaga rumah di situ,” kata Inggrid Widjanarko, Rabu (31/1).

Ia mengapresiasi pemilihan pabrik gula sebagai lokasi syuting film ‘Nini Thowok’. Selain mampu mempelajari jejak sejarah salah satu pabrik gula tertua di Jawa Tengah, ia juga ingin memperkenalkan keunikan bangunan bersejarah kepada publik.

“Saya suka benda-benda bersejarah dan saya ingin agar lokasi tersebut dapat dikembangkan lagi untuk menggali potensi pariwisata lokal,” katanya.

Inggrid mengaku lokasi syuting film ‘Nini Thowok’ terbagi empat daerah mulai pengambilan beberapa penggal adegan di Yogyakarta, Sukoharjo, Pabrik Gula Gondang Winangoen Klaten dan Pasar Klewer Solo. “Namun 70 persen syutingnya di Klaten,” sergahnya.

Dengan promo film di lingkungan sekolah, Inggrid berharap ‘Nini Thowok’ tak hanya dipandang sebagai film yang menjual sisi mistis saja. Melainkan sebagai media pembelajaran alkulturasi budaya Jawa dan Thionghoa.

Terlebih lagi, ‘Nini Thowok’ merupakan film yang terinsipirasi dari cerita rakyat yang nyaris hilang. Sesuai namanya, Nini Thowok merupakan boneka yang menyerupai jailangkung yang dipercaya masyarakat Thionghoa sebagai alat pemanggil hujan.

Hendro Djasmoro, sebagai produser film tersebut menyebut Nini Thowok zaman dahulu kerap diikat di pohon-pohon. Banyak yang percaya bahwa roh yang merasuk dalam boneka tersebut bisa memanggil hujan.

“Percaya tidak percaya, tapi Nini Thowok masih dipakai oleh sebagian warga Cilacap. Mengingat ada unsur-unsur yang cukup menarik maka kami mengangkatnya sebagai cerita urban legend dari Tanah Jawa,” ungkap Hendro.

Terdapat sejumlah artis yang main film tersebut mulai Amec Aris, Jajang C. Noer, Ingrid Widjanarko, Gesata Stella, Al Buqhory, Nicole Rossi, Slamet Ambari dan Lea AW. Dengan dibantu Erwin Arnada yang punya tangan dingin sebagai sutradara film-film horor, Hendro ingin film berdurasi 90 menit tersebut jadi film terlaris di awal tahun ini.

“Kita butuh 14 hari untuk menuntaskan proses syuting. Sedangkan untuk keseluruhan proses dari rekrutmen pemain sampai sutradara, memakan waktu 9 bulan sampai 1 tahun,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.