Usut Sindikat Penipuan di Gajahmungkur, Polisi Kerjasama dengan Interpol

Polisi bersiaga di rumah mewah yang menjadi markas sindikat penipuan lintas negara. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Polisi bersiaga di rumah mewah yang menjadi markas sindikat penipuan lintas negara. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Sindikat penipuan melalui telepon yang  bermarkas di sebuah rumah mewah di Jalan Merapi No. 18 Kota Semarang, bekerja secara rapi dan profesional. Para pemuda asal negara Tiongkok dan Taiwan itu diduga datang di Indonesia sejak lima bulan lalu secara bertahap. Mereka menggunakan visa kunjungan (wisata) dan On Arrival, sehingga seolah-olah di Indonesia sebagai turis.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana para mafia online itu bisa mengontrak rumah milik Suhartono. Namun, mereka diketahui setiap kali membayar biaya kontrak rumah melalui seorang perantara.

“Sudah sejak lima bulan lalu. Setiap kali membayar biaya kontrakan melalui teman saya, Pak Mino. Saya nggak tahu awal mulanya bagaimana. Saya juga nggak tahu kalau ternyata di dalam rumah tersebut ada orang sebanyak itu,” ungkap Kusmanto, salah seorang satpam di kawasan tersebut. Kamis (30/4)

Menurut pengakuan Kusmanto, mereka memang tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar. Bahkan, setiap kali datang, mereka menaiki mobil dengan kaca gelap. Sehingga tidak jelas berapa orang.

Terpisah, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, mengatakan puluhan WNA tersebut sudah dilimpahkan ke Imigrasi. Pihaknya juga sudah membuatkan surat rekomendasi terkait keberadaan mereka. Selanjutnya, para WNA itu akan dideportasi ke negara masing-masing. Hal itu sesuai dengan undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

“Sesuai undang-undang akan dideportasi. Sudah kami buatkan surat rekomendasi. Tindak lanjut penyelesaiannya akan dilakukan oleh pihak Imigrasi dan berkoordinasi dengan Interpol. Termasuk pembuktian apakah yang bersangkutan terlibat tindak pidana atau tidak, itu dibuktikan di sana,” tandasnya.

Seperti diketahui, Tim Gabungan Polrestabes Semarang dan Polsek Gajahmungkur menggerebek rumah mewah di Jalan Merapi No 18, Gajahmungkur, Selasa (28/4) malam. Di dalam rumah, petugas menemukan 33 warga negara asing yang berasal dari  Tiongkok dan Taiwan. Diduga, para WNA tersebut merupakan pelaku penipuan melalui telepon dengan sasaran korban di negaranya masing-masing. (yas)

You might also like

Comments are closed.