Video Pengeroyokan Guru dan Pelanggaran Jelang Pemilu

Gurauan Salah Tempat Hingga Partai yang Kecolongan

DPD PSI Kota Semarang akhirnya melayangkan teguran tertulis kepada yang bersangkutan. DPD bakal mencoret caleg tersebut dari daftar caleg PSI, jika tidak segera melakukan klarifikasi

VIDEO seorang guru dikeroyok lima muridnya di dalam kelas, beredar viral di media sosial. Dalam video berdurasi 24 detik terlihat seorang guru menegur siswa lalu siswa mendorong guru dan berakhir saling tendang. Video itu direkam salah satu siswa yang ada dalam kelas.

Belakangan diketahui peristiwa tersebut terjadi di ruang kelas X Teknik Kendaraan Ringan, SMK NU 3 Kaliwungu Kendal. Kepala SMK NU 3 Kaliwungu, Muhaidin menjelaskan, yang terjadi bukanlah penyeroyokan, melainkan guyonan antara guru dan siswa.

Meski demikian, video itu tetap saya menyedot perhatian berbagai pihak dan menciptakan kekhawatiran. Bupati Kendal Mirna Annisa lantas mendatangi sekolah tersebut untuk meminta penjelasan. Menurutnya etika dan moral para siswa kurang dan tindakan tersebut tidak pantas dilakukan apalagi di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah harus lebih mengedepankan pendidikan karakter.

 

pengeroyokan guru
Video pengeroyokan guru oleh siswa yang trsebar secara viral di media sosial. (foto: metrojateng.com/Edy Prayino)

Pelanggaran-Pelanggaran Jelang Pemilihan

Mendekati tahun 2019, tahun pemilihan umum, sejumlah pelanggaran mulai ditemukan. Seorang caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil II Kota Semarang ditegur Bawaslu lantaran tepergok menggelar kampanye ilegal di Pasar Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Caleg tersebut menemui para pedagang seraya memperkenalkan diri, menyebutkan nomor urutnya dan membagikan stiker pencalonannya. Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti mengungkapkan, aktivitas itu terungkap di akun facebook milik DPD PSI.

Ketua DPD PSI Kota Semarang, Ferdian Fajar mengatakan pihaknya kecolongan dalam kejadian tersebut. Caleg PSI yang ditegur Bawaslu itu sedianya ditugaskan untuk mendampingi caleg DPR RI dari PSI yang memiliki jadwal kampanye di Pasar Muktiharjo Kidul.

DPD PSI Kota Semarang akhirnya melayangkan teguran tertulis kepada yang bersangkutan. DPD bakal mencoret caleg tersebut dari daftar caleg PSI, jika tidak segera melakukan klarifikasi.

Pelanggaran lain juga terjadi berkaitan dengan kampanye pemilhan presiden Republik Indonesia. Baliho bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali dicalonkan dalam Pemilihan Presiden 2019, terpasang di tempat terlarang di Salatiga hibngga Boyolali. Baliho tersebut menampakkan Jokowi memakai mahkota raja.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Rofiuddin, menyebutkan zona-zona terlarang untuk [emasangan baliho kampanye. Yakni di tempat-tempat pendidikan, rumah sakit negeri, rumah ibadah, tiang listrik, pohon dan mobil berpelat kuning.

Menanggapi hal itu, DPD PDIP Jawa Tengah lantas melacak pemasang baliho tersebut. Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto, menyebut pihaknya telah mengantongi identitas pemasang. Namun pihaknya tidak mau berspekulasi apakah pemasangan tersebut berasal dari internal partainya, atau justru dari lawan politik Jokowi.

Pelanggaran berkaitan dengan pemilihan umum juga terjadi di kalangan akademisi. Seorang guru asal Kabupaten Brebes terkena sanksi disiplin lantaran kedapatan memberikan tanda like di akun media sosial salah satu pasangan calon presiden 2019.

Kasus tersebut telah dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara. Guru tersebut dinyatakan terbukti melanggar Undang-Undang 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Wah, ternyata harus hati-hati ya. (*)

You might also like

Comments are closed.