Vihara Tanah Putih Sajikan 200 Porsi Lontong Cap Go Meh

Atraksi barongsai memeriahkan perayaan Cap Go Meh di Vihara Tanah Putih, Minggu (21/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Atraksi barongsai memeriahkan perayaan Cap Go Meh di Vihara Tanah Putih, Minggu (21/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Atraksi barongsai hari ini, Minggu (21/2), memeriahkan perayaan Cap Go Meh di Vihara Tanah Putih. Sejumlah anak-anak yang tengah berada di vihara terhibur dengan suguhan seni pertunjukan dari etnis Tionghoa tersebut.

Yesinta misalnya. Bocah perempuan berusia 8 tahun ini mengaku senang ada pertunjukan barongsai yang cukup atraktif saat ia merayakan Cap Go Meh di Vihara. “Saya sama ayah datang ke sini untuk melihat tiga barongsai yang tampil di Vihara Tanah Putih,” akunya, kepada metrosemarang.com.

Kumala Sari panitia event Cap Go Meh di Vihara Tanah Putih lantas mengatakan bahwa selain atraksi tiga barongsai, ia juga menghadirkan sendratari ‘Snake White’ yang mengisahkan seekor ular putih yang selalu mencari kebahagiaan tatkala Tahun Baru Cina (Imlek) tiba.

“Ada banyak pertunjukan di sini mulai dari drama ular putih, barongsai sampai beberapa bazar dan bagi-bagi kue moci dan lontong Cap Go Meh,” sahutnya.

Untuk sajian lontong, kata Kumala, memang terbilang istimewa saat Cap Go Meh tiba. Ia menganggap, lontong Cap Go Meh hanya bisa ditemukan di Indonesia 15 hari seusai perayaan Imlek 2567.

“Lontong Cap Go Meh bisa dinikmati sekarang. Ini sajian yang spesial karena rasanya nikmat dengan tambahan srundeng, sambel goreng ampela dan sayur terong. Kita sediakan 200 porsi agar orang-orang dapat mencicipi lontong Cap Go Meh buatan kita sendiri. Tidak ada di tempat lain kecuali di Indonesia khususnya Semarang,” bebernya.

Cap Go Meh adalah peringatan 15 hari setelah perayaan Imlek. Hajatan khas Tionghoa ini digelar serentak di Indonesia tepat saat bulan purnama muncul.

Kepala Vihara Tanah Putih, Bhikkhu Cattamano Thera memaknai perayaan Cap Go Meh di penghujung Tahun Baru Cina sebagai upaya melestarikan budaya Tionghoa yang berkembang di Indonesia. Ia mengajak kepada segenap lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan demi keutuhan NKRI.

“Selamat Tahun Baru Imlek. Semoga di tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya. (far)

You might also like

Comments are closed.