Vincenzo: Pemain PSIS Harus Siap ‘Mati’ di Lapangan

METROSEMARANG.COM – Vincenzo Alberto Annese bukan sosok tenar di dunia sepak bola nasional. Tapi, pria yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih PSIS itu membawa antusiasme tinggi dan meminta pemainnya harus mampu memberikan yang terbaik di atas lapangan.

Vincenzo Alberto Annese masih harus membuktikan kualitasnya bersama PSIS

PSIS resmi memerkenalkan Vincenzo Annese sebagai nahkoda baru, Jumat (23/3). Pelatih berkebangsaan Italia tersebut dikontrak untuk menggantikan Subangkit yang dipecat pekan kemarin.

“Saya sangat antusias menerima tantangan ini. Saya tahu tentang PSIS dari internet. PSIS punya banyak penonton dan saya sudah tak sabar bertemu pemain untuk membeberkan ide-ide yang saya miliki,” kata Vincenzo melalui Julio Alcorse, eks striker PSIS yang berperan sebagai penerjemah.

Karir Vincenzo sebagai pemain memang sangat singkat. Dia hanya menghabiskan tujuh tahun di atas lapangan hijau, sebelum memutuskan pensiun dini karena cedera di tahun 2005 saat usianya masih 21. Terakhir dia bermain untuk klub Seri C Italia, S Marino.

Perjalanan karirnya sebagai pelatih juga belum bisa dibilang sukses. Pria kelahiran 22 September 1984 itu lebih banyak beredar di negara-negara kasta kedua Benua Biru, macam Latvia, Lithuania, Estonia hingga Armenia. Dia juga pernah menangani Bechem United di Liga Ghana dan klub Pakistan, Ahli Al-Khaleel.

Menariknya, selain lisensi UEFA Pro yang merupakan strata tertinggi kepelatihan, Annese juga mengantongi sertifikat pelatih atletik profesional. Dia juga bergelar Sarjana Ilmu Kegiatan Olahraga dan merengkuh gelar Master Perencanaan Sistem Pendidikan dan Ruang Kelas.

Mantan penggawa Timnas Italia U-17 itu juga tercatat sebagai pakar pendidikan jasmani di CONI (KONI-nya Italia) dan mengajar di berbagai strata pendidikan setingkat SMA hingga universitas.

Annese pun berjanji bakal mengubah gaya main Haudi Abdillah cs. Dia ingin timnya disiplin dalam bertahan ala taktik catenaccio atau sistem pertahanan gerendel.

“Pertahanan yang kuat penting untuk memenangkan pertandingan. Untuk skema, bisa 4-5-1 atau 4-2-3-1, tergantung lawan yang dihadapi,” kata Annese tentang formasi favoritnya.

Alberto Annese bersama legenda AC Milan, Zvonimir Boban. Pelatih anyar PSIS menuntut pemainnya bekerja keras dan siap memberikan segalanya untuk tim. Foto: albertoannese.com

Bukan cuma skema, pelatih kelahiran Bisceglie itu juga menuntut pemainnya memiliki determinasi dan semangat petarung ala gladiator. Seperti motto yang dia cantumkan dalam curriculum vitae-nya: fight with passion.

“Saya mau pemain harus siap mati di lapangan. Artinya mereka harus bertarung memberikan semua kemampuannya buat tim,” tandasnya.

Baca: PSIS Tunjuk Pelatih Muda Italia Gantikan Subangkit

Annese belum bisa banyak bicara tentang pemainnya secara personal. Namun dia menyebut PSIS punya pemain-pemain muda yang dibekali dengan kecepatan. Setidaknya dari video laga skuad Mahesa Jenar di Piala Presiden dan Piala Gubernur Kaltim.

“Masih banyak aspek yang harus dibenahi. Salah satunya jarak antarlini yang masih cukup longgar, itu akan menyulitkan saat tim melakukan transisi,” bebernya.

Dengan usia yang masih sangat muda dan tanpa pengalaman melatih di Indonesia, cukup wajar jika banyak yang meragukan kemampuan Vincenzo Annese. Tapi, jangan lupakan bahwa dia adalah mantan gelandang bertahan.

Lihat saja Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, Frank Rijkaard, Antonio Conte sampai Diego Simeone. Pun dengan Gennaro Gattuso yang dianggap mampu mengembalikan identitas AC Milan.

Mereka semua bermain sebagai gelandang bertahan saat masih aktif menjadi pemain. Kecuali Gattuso, semuanya sukses meraih trofi bersama klub asuhannya.

Seorang gelandang bertahan dituntut punya pemahaman mengenai bagaimana membangun pertahanan yang solid sekaligus mengawali serangan. Pemain-pemain ini sering dianggap memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Bagaimana dengan Alberto Annese? Masih terlalu dini untuk menilai. Annese dan PSIS sudah ditunggu laga-laga berat di awal musim. Setelah menantang PSM Makassar, Haudi cs akan menjamu Bali United, kemudian bertemu juara bertahan Bhayangkara FC serta juara Piala Presiden Persija Jakarta. (twy)

You might also like

Comments are closed.