Wacana Sekolah Lima Hari, Orang Tua Harus Peduli

Diskusi membahas rencana program lima hari sekolah di Gubernuran, Senin (18/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Diskusi membahas rencana program lima hari sekolah di Gubernuran, Senin (18/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG – Wacana sekolah lima hari membutuhkan kajian mendalam sebelum dilaksanakan. Tak hanya sekolah dan guru, tapi siswa dan orang tua juga harus diperhatikan.

Satu persatu dampak dari kebijakan yang digulirkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini dikupas dalam focuss group discussion bersama Jaringan Jurnalis Perempuan (JJP), Senin (18/5).

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jateng Sri Kusuma Astuti mengatakan, anak wajib mendapatkan empat hak. Yakni hak tumbuh kembang, partisipasi, hak hidup, dan hak mendapatkan perlindungan. Ia berharap, sistem sekolah lima hari tidak memberatkan siswa atau menambah beban waktu belajar.

Sebab dikhawatirkan, para orang tua justru memanfaatkan waktu libur di hari Sabtu untuk menambah jam pelajaran anak.

“Orang tua harus peduli dan memahami alasan dilaksanakan sistem ini. Jangan malah Sabtu dipaksa les. Yang keluarga miskin, menyuruh anaknyaa kerja. Ini tidak benar,” katanya, di ruang wartawan Gubernuran Jalan Pahlawan.

Praktisi pendidikan Sekolah Alam Aridho Bukit Kencana Mia Inayati Rahmaniya menyatakan, pihaknya sudah menerapkan sistem sekolah lima hari dengan kurikulum ramah anak. Di saat yang sama, kualitas pertemuan orang tua dan anak harus ditingkatkan. “Agar pendidikan dalam keluarga bisa optimal,” katanya.

Sebab acap terjadi, orang tua di perkotaan lebih banyak sibuk bekerja. Sementara, anaknya di rumah hanya dibekali gadget yang pemakaiannya tidak terkontrol. “Kalau anaknya libur di hari Sabtu, orang tua sebaiknya juga meluangkan waktu. Setidaknya intens menjaga anak dari hal-hal rawan,” ujarnya.

Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Jateng Bambang Sutiyono mengatakan, isu sekolah lima hari diklaimnya sudah ada sejak era Mendikbud M Nuh. Menteri memperbolehkan asal substansinya tak berubah dari tujuan awal pendidikan.

Bambang menjelaskan bahwa sistem sekolah lima hari akan diuji coba di 70 sekolah di 35 kabupaten/kota di Jateng. Ia menjanjikan akan melakukan banyak kajian dari berbagai sisi. “Banyak masukan memang, katanya sistem ini hanya dirasakan manfaatnya untuk sekolah di kota besar saja. Salah satunya yang akan kita dalami itu,” tandasnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.