Waisak Diharapkan jadi Momentum Menjaga Kebhinekaan

METROSEMARANG.COM – Ratusan umat Budha tampak khidmat dalam rangkaian prosesi perayaan Hari Raya Waisak di Vihara Tanah Putih Semarang, Kamis (11/5). Dipimpin oleh Biksu Cattamano Thera, upacara diawali dengan pembacaan doa di pagi hari, selanjutnya dilakukan prosesi pindapatta dan dilanjutkan dengan beberapa prosesi lainnya.

Perayaan Waisak di Vihara Tanah Putih Semarang, Kamis (11/5). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi 

Pindapatta merupakan kesempatan umat Budha untuk melakukan kebajikan, berbagi kasih dan harta kepada sesama sebagai wujud rasa syukur. Dengan memberikan sesuatu seperti makanan, uang, atau lainnya kepada beberapa biksu yang kemudian disalurkan kepada yang lebih membutuhkan, merupakan simbol rasa syukur atas nikmat yang diberikan kepada para umat.

“Dan dengan kebajikan berdana itu salah satu cara kita menjauhkan diri dari sifat kebencian, dari sifat keserakahan, dari sifat kepemilikan atau kegelapan batin itu sendiri,” papar Cattamano.

Dengan mengusung tema “Cinta Kasih Penjaga Kebhinnekaan”, perayaan Hari Raya Waisak kali ini diharapkan para umat mampu mempraktikkan ajaran Budha dalam kehidupan bermasyarakat. “Dengan cinta kasih itulah bisa memberi kesejukan, bisa memberi kedamaian dan keteduhan kebahagiaan bagi semua makhluk tidak hanya sesama manusia, tetapi dunia ini butuh adanya cinta kasih,” imbuh Cattamano.

Selain itu, keprihatinan Cattamano terhadap kondusivitas di Indonesia akhir-akhir ini membuatnya berharap baik umat Budha ataupun lainnya untuk tetap meningkatkan rasa cinta kasih terhadap sesama. “Cinta kasih itulah bisa menjaga kebersamaan bisa menjaga kebhinekaan walaupun berbeda-beda kita tetap satu,” pungkas Cattamano. (fen)

You might also like

Comments are closed.