Wakapolsek Tewas Bunuh Diri: Pernah Beberapa kali Mengisi Adzan

Prosesi pemakaman Wakapolsek Banyumanik di TPU Ketileng, Sabtu (17/1). Foto: yas/metrosemarang.com
Prosesi pemakaman Wakapolsek Banyumanik di TPU Ketileng, Sabtu (17/1). Foto: yas/metrosemarang.com

SEMARANG – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Wakapolsek Banyumanik, AKP Sunarto yang diduga meninggal akibat bunuh diri dengan cara meminum racun. Isak tangis keluarga dan kerabat mewarnai prosesi pemakaman pria yang dikenal supel dan ramah terhadap warga sekitar rumahnya  di Perumahan Ketileng Indah, Blok N, No.66, RT09/RW13, Kel Sendang Mulyo, Kec Tembalang, Semarang, Sabtu (17/1).

Keluarga korban, terutama sang Istri  Nanik Yuniarti bersama ketiga anaknya masih tidak percaya Sunarto pergi dengan begitu cepat diusia yang baru 58 tahun.

Upacara penghormatan terakhir oleh jajaran Polrestabes Semarang yang datang pun dilakukan sebelum Shalat  jenazah perwira polisi tersebut dimulai. Selanjutnya, korban yang berada di dalam peti jenazah dibawa ke Masjid Hidayatullah, yang tak jauh dari rumah duka.

Para tetangga pun seakan tak percaya mendengar kabar kematian korban. Apalagi korban ditemukan meninggal dengan cara tidak wajar.  “Pak Narto  kalau di kampung orangnya baik, ramah, dan supel dengan tetangga, dia bersama keluarganya sudah tinggal selama delapan tahun disini,” ucap Ardi Mulya (50) tetangga depan rumah korban.

Mendengar kabar kematian korban, Ardi mengaku kaget, apalagi tetangganya tersebut meninggal  dengan cara yang tragis.

“Pertama dengar kematian beliau karena bunuh diri, saya sempat tidak percaya. Kalau dirumah Pak narto juga sering mengisi adzan di masjid” imbuhnya sebelum jenazah korban dikebumikan di pemakaman umum Ketileng.

Seperti yang diketahui, Wakapolsek Banyumanik, AKP Sunarto ditemukan meninggal secara tragis di rumah dinasnya di Asrama Polisi 1, Blok A3, Jl Empu Sendok, Gedawang, Banyumanik, Semarang, Jumat (16/1) kemarin. Dia diduga meninggal karena bunuh diri akibat menenggak racun. Saat ditemukan, di sisi kanan dan kiri korban terdapat bekas muntahan dan lebam di sekujur tubuhnya. (Yas)

 

 

You might also like

Comments are closed.