Wali Kota Berharap Kepala Dinas Baru Langsung Tancap Gas

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar  Prihadi telah melantik empat pejabat kepala dinas baru. Para pejabat baru ini diminta langsung tancap gas menyelesaikan semua permasalahan yang menjadi tugas lembaganya masing-masing.

Pelantikan kepala dinas baru di Balai Kota, Kamis (18/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Harus mampu merangkul seluruh bawahan dengan pendekatan secara kekeluargaan. Dan satu lagi, Saya berpesan jangan sampai terjadi pungutan liar atau pungli,” kata wali kota Hendi, sapaan akrabnya saat melantik empat pejabat kepala dinas baru di Gedung Moch Ichsan Balai Kota, Kamis (18/5).

Ia juga meminta para pejabat ini langsung turun ke lapangan melaksanakan pekerjaan. Ia menegaskan, tidak akan ada toleransi jika ketahuan melakukan pungli dan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Mereka harus clear dari itu semua sesuai pakta integritas yang ditandatangani.

Hendi juga menyampaikan prioritas kegiatan yang harus segera dilaksanakan. Di antaranya, permasalahan parkir liar yang harus diselesaikan oleh Dishub, merealisasikan kawasan segitiga emas Semarang (Jalan Pandanaran, Jalan Gajahmada dan Jalan Pemuda) bebas kabel oleh Dinas Infokom.

Selain itu, segera melakukan komunikasi dan MoU lintas daerah mengenai stok pangan oleh Dinas Ketahanan Pangan, serta melakukan percepatan pelaporan dan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan bagi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

”Dinas Ketahanan Pangan yang sebelumnya hanya melaporkan stok pangan, harus juga mampu menstabilkan harga dan menekan laju inflasi di Kota Semarang,” katanya.

Sementara itu empat pejabat kepala dinas baru yang dilantik tersebut, masing-masing adalah Bambang Suranggono sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sapto Adi Sugihartono sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhammad Khadik sebagai Kepala Dinas Perhubungan, dan Nana Storada yang menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistika, dan Persandian (Kominfo).

Muhammad Khadik mengatakan, akan segera melakukan identifikasi terkait permasalahan yang ada di lembaga barunya. Setelah itu akan mengambil langkah-langkah untuk penyelesaian. Kemacetan, parkir liar dan masalah Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang akan jadi prioritas yang diselesaikan. (duh)

You might also like

Comments are closed.