Wali Kota Hendi Sebut Indonesia sedang Dirongrong Isu-isu Kebangsaan

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menilai bangsa Indonesia saat ini sedang dirongrong oleh isu-isu kebangsaan. Karena itu semua elemen bangsa harus sengkuyung dan bergerak bersama-sama untuk menghentikan kelompok yang ingin mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan bersama-sama melakukan percepatan pembangunan.

Wali Kota Hendrar Prihadi bersama Mendagri dan Gubernur Jateng menyaksikan pagelaran wayang kulit di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kamis (1/6). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat pagelaran wayang kulit bertajuk Sirnaning Angkoro Murko dalam rangka memperingari hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang. Wayangan ini dilakukan Kamis (1/6) malam hingga Jumat (2/6) dini hari pukul 03.00, dilanjutkan sahur bersama masyarakat sampai pukul 04.30.

Cerita hancur leburnya angkara murka di bumi pertiwi oleh dalang Ki Dwijo Kangko berlangsung lancar. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan pejabat eselon 1 dan 2 Kemendagri, Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Forkopimda Jateng dan Kota Semarang, wakil wali kota, ulama dan tokoh masyarakat serta masyarakat umum menonton hingga acara selesai.

Perwakilan kepala daerah dari hinterland Semarang dan perwakilan sejumlah keraton seperti Keraton Puri Anom Tabanan Bali, Keraton Pamekasan dan  Keraton Kawitan Amarta Bumi Kendal juga ikut hadir.

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi, cerita atau lakon Sirnaning Angkoro Murko ini diharapkan bisa menjadi pedoman dan tuntunan. Bagaimana agar angkara murka atau kelompok-kelompok yang ingin menganggu persatuan dan kesatuan NKRI segera berhenti. Dan semua elemen bangsa kembali berpikir dan bergerak bersama untuk percepatan pembangunan bangsa.

”Lakon ini menjadi sebuah pedoman dan tuntunan buat kita pada saat bangsa kita ini  saat ini sedang dirongrong oleh persoalan-persoalan mengenai isu kebangsaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, mestinya semua elemen bangsa saat ini tidak perlu lagi mempersoalan tentang Pancasiala sebagai dasar negara. Sebab yang dibutuhkan bangsa saat ini, adalah kegiatan-kegiatan yang positif untuk percepatan pembangunan demi tercapainya kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskan, pada saat kemerdekaan para pendiri bangsa ini telah mengkaji secara mendalam dan sangat lama untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Waktu itu para pendiri bangsa menyadari dan memahami bahwa yang akan dimerdekakan dari Sabang sampai Merauke ,yang terdiri dari beragam etnis, budaya, ras, suku dan tentu juga agama.

”Maka itu akhirnya Pancasila dijadikan sebagai dasar negara. Sehingga mestinya tidak perlu dipersoalkan lagi, mestinya kita sekarang sengkuyung bersama-sama membangun bangsa ini,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.