Wali Murid SMP Negeri 1 Mengeluh Keberatan Ditarik Iuran Beli Komputer

METROSEMARANG.COM – Wali murid di SMP Negeri 1 Semarang mengeluhkan persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 di sekolah itu. Pasalnya, sekolah melakukan pengadaan komputer yang anggarannya dibebankan kepada para wali murid.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan pengarahan kepada siswa SMP Negeri 1 saat upacara bendera di halaman sekolah setempat, Senin (14/11). Foto: metrosemarang.com/dok

“Berkaitan dengan pelaksanaan UNBK, saya sebagai orang tua murid, kenapa harus dipusingkan dengan pengadaan komputer untuk pelaksanaan UNBK”, kata Heri Widodo, salah seorang wali murid SMP Negeri 1, Senin (20/2).

Heri menyatakan UNBK diakui memang adalah menjadi tanggung jawab bersama. Tapi kenapa pihak sekolah SMP Negeri 1 seolah tidak mau tahu adanya kekurangan komputer untuk UNBK. Kekurangan komputer tersebut justru dibebankan begitu saja kepada para orang tua murid.

“Saya dibebani iuran untuk sewa komputer selama 3 bulan senilai kurang lebih Rp 300 juta (total untuk semua wali murid SMP Negeri 1),” katanya.

Nilai iuran tersebut, dijelaskan estimasinya adalah satu komputer biaya sewanya 1 hari Rp 100 ribu x 35 unit.

Namun wali murid lainnya, Muzahid mengatakan, sebenarnya tidak ada tarikan buat sewa komputer dari sekolah. Tapi paguyuban orang tua murid kelas IX sendiri yang ingin memberikan kenang-kenangan buat sekolah, yang nantinya bisa dipakai untuk adik-adik kelasnya.

Sementara itu, terpisah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin. Menurutnya, dinas sudah menyampaikan semua sekolah negeri sudah siap menggelar UNBK. Yang artinya komputernya sudah disiapkan dari APBD.

“Jadi kalau ada yang masih memungut iuran laporkan ke saya, itu tidak benar, itu pungli karena semua sudah disiapkan oleh APBD”, tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.