Wanita Cantik Dicor di Bak Mandi, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati

METROSEMARANG.COM – Keluarga Fitria Anggreni, yang mayatnya ditemukan dicor di bak mandi meminta pelaku dihukum setimpal. Jenazah korban warga Dusun Tanggulanin Desa Margosari Kecamatan Limbangan Kendal sudah dimakamkan Sabtu (24/2) dinihari usai diautopsi.

Garis polisi dipasang di rumah pelaku pembunuhan wanita yang jasadnya dicor di bak mandi. Foto: metrojateng.com

Korban Fitria meninggalkan seorang anak perempuan berusia 5 tahun, yang kini harus diasuh neneknya. Orangtua korban, Sumiyati mengatakan, Jumat (16/2) lalu pelaku menjemput Fitria di rumahnya.

“Pamitnya mau menginap di rumah sakit Kendal menjaga temannya yang sakit,” katanya, saat ditemui di rumah duka, Sabtu (24/2).

Dua hari kemudian, pelaku bersama istrinya kembali datang ke rumah menanyakan korban sudah pulang atau belum. Saat itu keluarga tidak curiga karena berpikiran masih berada di rumah sakit. Orangtua berupaya menghubungi Fitria tetapi tidak bisa dan Jumat (23/2) sore kemarin mendapat kabar anaknya ditemukan tewas dicor di bak mandi.

Sementara itu suasana di rumah pelaku di Desa Puguh Kecamatan Boja Kendal masih dipasang garis polisi. Warga tidak menduga jika rumah tersebut jadi lokasi pembunuhan. Kamar mandi yang berada di belakang tidak terlalu besar dan bak mandi yang digunakan untuk mengubur korban juga kecil.

“Pelaku di sini tinggal dengan istrinya, namun seminggu ini istrinya diungsikan ke Bandungan tempat neneknya. Warga tidak curiga saat pelaku mengaduk pasir dan semen, karena saat ditanya untuk menambal bak mandi yang bocor. Setidaknya tiga kali pelaku mengaduk pasir dan semen di depan rumah,” jelas Supardi, tetangga pelaku.

Warga lainnya mengatakan, posisi korban saat ditemukan di dasar bak yang ditimbun dengan pasir dan cor. “Kepala korban ditutup dengan plastik sedangkan posisinya terlentang di dasar bak mandi,” kata Zaenuri, warga sekitar.

Pelaku hingga saat ini terus menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendal untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut. Keterangan dari keluarga korban, pelaku kerap meminta uang hasil kerja korban.

Kasat Reskrim Porles Kendal AKP Aris Munandar mengatakan dugaan sementara pelaku sakit hati saat ditagih hutang oleh korban. “Pelaku emosi korban berkata kasar dan menjeratnya dengan selendang,” tegas kasat. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.