Warga Asing dalam Kekacauan Administrasi dan Gelombang Atmosfer Pembawa Hujan

Diduga, WNA tersebut lolos masuk menjadi daftar pemilih tetap saat proses DP4. Atau, mereka dimasukkan saat proses pencocokan dan penelitian (coklit) di tiap daerah.

SEBANYAK 127 warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jawa Tengah kedapatan telah mendapatkan e-KTP. Temuan itu diperoleh pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan Sipil Jawa Tengah tatkala menerima laporan rekam data e-KTP dari tiap kabupaten/kota.

Penyortiran surat suara. (dokumentasi)

Kepala Dispermadescapil Jawa Tengah, Sugeng Riyanto menyebut ratusan WNA yang punya e-KTP itu tersebar di 28 kabupaten-kota di Jawa Tengah. Menurutnya pemberian e-KTP tidak bisa dilakukan dengan mudah. Prosesnya sangat pelik demi membatasi warga asing yang ingin mengajukan rekam data e-KTP.

Sementara, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah telah menemukan 19 warga negara asing yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2019. Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah, Anik Sholihatun mengungkapkan kesembilan belas WNA itu tersebar di sembilan kabupaten di Jawa Tengah.

Sebarannya ada di Kota Tegal, Kota Magelang, Salatiga, Solo, Kabupaten Sragen, Banyumas, Purworejo, Batang dan Purbalingga. Bawaslu menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) ceroboh saat melakukan proses coklit untuk DPT Pemilu 2019.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat mengatakan telah mencoret nama 19 WNA yang ada dalam daftar pemilih tetap tersebut. Diduga, WNA tersebut lolos masuk menjadi daftar pemilih tetap saat proses DP4. Atau, mereka dimasukkan saat proses pencocokan dan penelitian (coklit) di tiap daerah.

 

Gelombang Atmosfer Meningkatkan Curah Hujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani, Semarang mengingatkan agar masyarakat Jawa Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan gelombang atmosfer dari perairan Samudera Hindia pada Maret 2019. Munculnya gelombang atmosfer saat ini telah membentuk aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.

Pergerakan gelombang atmosfer itu berpotensi meningkatkan curah hujan di daerah yang dilaluinya. Dampak dari potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (*)

Infografik: Daniel Bohang Sumber: berita metrojateng.com

Leave A Reply