Warga Belum Tahu Rencana Normalisasi Banjir Kanal Timur

Bangunan di bantaran sungai ini akan tergusur proyek normalisasi Banjir Kanal Timur. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Bangunan di bantaran sungai ini akan tergusur proyek normalisasi Banjir Kanal Timur. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) bakal menggusur ratusan bangunan liar yang berada di bantaran sungai tersebut. Namun, sejumlah warga justru mengaku belum tahu tentang rencana yang diperkirakan menghabiskan biaya Rp 600 miliar itu.

Seperti halnya yang diungkapkan Eko Prasetyo (53) pemilik warung makan yang berdiri tepat di pinggir sungai. Ia mengaku tidak mengetahui rencana normalisasi BKT seperti yang sudah dilakukan Pemkot Semarang pada Banjir Kanal Barat.

“Saya malah tidak tahu Mas kalau mau dibangun seperti Banjir Kanal Barat. Kalau beneran terjadi semoga disediakan tempat lain,” ucap Eko yang sudah satu tahun menempati area tersebut, Sabtu (9/5) sore.

Hal senada juga diungkapkan pemilik kios lain, Suparti (45). Ia juga mengaku baru tahu bila wacana normalisasi sungai BKT kembali muncul. “Setahu saya, wacana itu sudah dari dulu tapi tidak pernah terealisasi. Kalau ini bener, mending saya cari alternatif tempat jualan baru,” tutur penjual es buah itu.

Seperti yang diketahui, pada Kamis (6/5), Gubernur Ganjar Pranowo meninjau langsung BKT, sekaligus memberikan sosialisasi kepada warga Sawah Besar tentang rencana normalisasi.

Saat ini masih dilakukan studi yakni analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan land acquisition and resettlement action plan (LARAP). Studi yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dan konsultan ini berlangsung 16 bulan hingga Agustus 2016.

Perkiraan anggaran hampir dua kali lipat dari yang dibutuhkan untuk menormalisasi BKB. Penyebabnya, panjang sungai yang akan dinormalisasi juga dua kali lebih panjang. Normalisasi BKB sepanjang 9,3 Km menghabiskan Rp 300 miliar, sedangkan BKT sepanjang 15 Km. (yas)

 

 

You might also like

Comments are closed.