Warga Berbondong-bondong Ikut Terapi Pengobatan ala Rasulullah di Masjid Kapal Nabi Nuh

METROSEMARANG.COM – Cuaca Kota Semarang yang sangat terik tak menyurutkan sejumlah warga berduyun-duyun mendatangi Masjid ‘Kapal Nabi Nuh’ Safinatun Najah di Jalan Kyai Padak, Kampung Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, pada Selasa (2/5).

Terapi ala nabi di Masjid Safinatun Najah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Selain kagum dengan corak arsitektur masjid yang mirip dengan bahtera kapal Nabi Nuh AS. Banyak orang ternyata juga penasaran dengan terapi pengobatan tradisional ala Yaman yang ada di situ.

“Saya baru sekali membawa istri berobat kemari dan sekarang mau mencoba lagi. Sepertinya cocok terapinya,” kata Roji, warga Mangkang Wetan kepada metrosemarang.com ketika sedang menunggu terapi pengobatan di Masjid Safinatun Najah.

Roji mengaku sang istri sejak lima tahun terakhir sakit stroke ringan. Selama ini ia sudah mengeluarkan ongkos banyak demi mengobati istrinya di salah satu rumah sakit swasta. “Sempat membaik tapi karena terjatuh di tangga masjid, sakitnya jadi kambuh lagi,” katanya.

Karena itulah, ia pun memberanikan diri membawa istrinya berobat ke Masjid Safinatun Najah. Di dalam masjid, istrinya diberi terapi menggunakan telur ayam kampung dan besi panas. Ia menjelaskan tidak dipungut biaya sama sekali tiap kali ikut terapi.

“Saya tahunya dari mulut ke mulut. Ternyata manjur. Baru sekali diobati, istri saya sedikit demi sedikit bisa berjalan walau belum sepenuhnya pulih,” ungkapnya.

Pengobatan memakai telur ayam dan besi panas tersebut konon sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Habib Sholeh Bin Yahya sebagai terapis berkata bahwa telur ayam kampung punya khasiat yang tinggi untuk kesehatan tubuh.

“Tiap kali terapi, saya memakai telur ayam kampung dan besi panas, hanya ditempelkan pada telapak kaki pasiennya saja buat merangsang titik syaraf pasien yang mengalami kelumpuhan atau stroke,” ujar Habib Sholeh sembari menegaskan bila terapi telur yang ia sebut sebagai As-Syafina itu ampuh untuk mengobati segala penyakit.

Ia pun menunjukan sendiri bagaimana sebuah besi yang membara mampu mengobati pasiennya. Sebuah besi mula-mula ia panaskan dalam bara api kemudian beberapa saat ditempelkan pada satu titik syaraf kaki pasiennya.

“Selain merangsang saraf otak, juga memperlancar sirkulasi darah. Sebab, semua penyakit berpusat pada otak, mulai stroke hingga gangguan jantung. Atas seizin Allah SWT nantinya bisa sembuh,” tuturnya.

Pada zaman Rasulullah, katanya terapi besi panas disunnahkan untuk umat Muslim. Kini terapi tersebut kerap digunakan warga keturunan Arab. “Insyallah jika baru stroke seminggu, diterapi besi panas bisa langsung jalan,” bebernya.

Menurutnya tiap hari ada puluhan orang yang ikut terapi As-Syafina di dalam masjid. Ia ingin meringankan beban warga miskin yang menderita sakit menahun.

Bahkan, ia menyebut terapi ini telah merambah ke luar negeri. Pasien rumah sakit di Singapura sering mengontak dirinya untuk meminta diobati dengan metode terapi ala Rasulullah.

Ia menyarankan kepada orang-orang sehat agar ikut terapi As-Syafina guna menangkal berbagai penyakit berbahaya. “Diterapi besi panas, seseorang pasti jarang menderita demam. Ini sunnah Rasul. Tidak membengkak dan tidak bengkak,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.