Warga Dua Desa di Kendal Tolak Tol Semarang-Batang

METROSEMARANG.COM – Proyek pembangunan tol Semarang-Batang mendapat penolakan dari dua warga desa di Kabupaten Kendal. Mereka menganggap uang pengganti lahan yang terdampak proyek tersebut dinilai tidak layak.

Warga dua desa yang menolak pembebasan lahan tol ini  yakni Desa Wungurejo dan Tejorejo Kecamatan Ringinarum Kendal. Bahkan warga dua desa ini mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri Kendal, untuk dilakukan peninjauan terkait pembebasan lahan ini.

Tim PN Kendal melakukan sidak di lokasi terdampak tol Semarang - Batang, Selasa (8/3). Foto: metrojateng.com
Tim PN Kendal melakukan sidak di lokasi terdampak tol Semarang – Batang, Selasa (8/3). Foto: metrojateng.com

Tim Pengadilan Negeri Kendal akhirnya turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan di lokasi lahan yang terdampak jalan tol, Selasa (8/3) siang. Di lokasi lahan yang ditinjau ini, spanduk penolakan pembangunan jalan tol dan penolakan pembebasan lahan terbentang di pinggir jalan. Tidak hanya itu, warga berkumpul di lahan yang bermasalah ini dengan pengawalan ketat polisi dari Polsek Gemuh.

“Tim memberikan harga murah karena menganggap lahan milik warga di dua desa ini tidak lagi produktif. Padahal kenyataan di lapangan lahan tersebut masih ditanami dan menghasilkan,” jelas Muhlisin, petani Desa Wungurejo.

Sedangkan kuasa hukum warga, Ari Widiyanto SH mengatakan penilaian tim pembebasan tanah masih di bawah nilai kewajaran. Hal inilah yang membuat warga mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri Kendal, untuk dilakukan peninjauan agar nilai yang diberikan lebih baik lagi.

Penijauan dilahan milik warga dua desa yang diajukan permohonan ini, dihadiri hakim PN Kendal, Badan Pertanahan Nasional Kendal dan warga yang mengajukan permohonan. Hakim melihat lahan yang diajukan tersebut, guna mengetahui apakah 69 bidang tanah tersebut masih produktif ataupun tidak. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.