Warga Gedung Batu Resah Lahannya Terancam Digusur

Peta lahan yang menjadi sengketa antara warga dan TNI. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Peta lahan yang menjadi sengketa antara warga dan TNI. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Warga Kampung Gedung Batu, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, resah seiring mencuatnya kabar bahwa Kodam IV/Diponegoro bakal menggunakan lahan yang mereka tempati. Sengketa lahan tersebut mengancam warga yang tinggal di tiga RT kampung setempat.

Ketua RT 4/RW 8 Kampung Gedung Batu, Ngadikun (60) mengatakan, keresahan warga dipicu beredarnya surat pada tahun 2013 silam yang berisi pemberitahuan bahwa tanah di wilayah tersebut merupakan aset Kodam IV/Diponegoro.

Dalam surat tersebut tertuliskan bahwa Kampung Gedung Batu tepatnya di RT 3, 4, dan 5 RW 8 merupakan aset yang dimiliki Kodam. Serta ditegaskan dalam surat bahwa pihak Kelurahan Ngemplak Simongan dan Kecamatan Semarang Barat tidak diperbolehkan melayani surat menyurat terkait tanah hingga sekarang ini.

Menurut dia, surat tersebut sangat janggal, karena Kampung Gedung Batu dulunya merupakan bekas tanah irigasi. “Saya bisa dibilang adalah orang pertama kali mendirikan rumah di kampung ini, sekitar tahun 1979. Dan selama itu baru mendengar kalau kampung ini adalah aset Kodam tahun 2013,” ujarnya, saat ditemui metrosemarang.com, Jumat (8/5) sore.

Sejak terbitnya surat itu, warga sepakat untuk membentuk satu kepanitiaan untuk siaga. “Di dalam surat itu ditulis bahwa rencananya kampung ini akan dibuat Mixed Farming oleh Kodam. Kami akan terus mempertahankan tanah ini, meski sudah tidak bisa lagi kami sertifikatkan,” terangnya.

Sementara, Waluyo (50) warga Gedung Batu RT 4 RW 8 menambahkan, mereka merasa was-was setiap kali ada anggota Kodam (TNI Angkatan Darat) datang di kampungnya untuk melakukan pengecekan dan pengukuran.

“Memang dari Kodam tidak mengatakan kalau mau menggusur, tapi mereka mengakui kalau tanah di sini adalah asetnya. Padahal sepengetahuan saya, Gedung Batu itu dulu adalah bekas tanah irigasi,” kata dia.

Ia menambahkan, warga Gedung Batu akan terus bersiaga jika melihat ada anggota Kodam yang datang. Mereka juga sepakat untuk menolak penggusuran. Warga juga sudah siap jika harus menempuh jalur hukum. (ans)

You might also like

Comments are closed.