Warga Keluhkan Hilangnya Trotoar di Jembatan Tol Jatingaleh

Pembangunan Underpass Jatingaleh diawali dengan pelebaran tol di jalur tersebut. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pembangunan Underpass Jatingaleh diawali dengan pelebaran tol di jalur tersebut. Pejalan kaki terpaksa berjalan di  badan jalan, trotoar ditutup sebagai imbas proyek Underoass. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Underpass Jatingaleh sudah dimulai. Kemacetan dan kesemrawutan yang disebabkan pembangunan tersebut sudah mulai nampak. Pejalan kaki yang melintas pun merasa terganggu karena hak mereka di jalur tersebut.

Seorang pajalan, Kusyanti, merasa harus ekstra hati-hati jika harus melewati jembatan tol Jatingaleh. Trotoar yang seharusnya menjadi haknya, kini harus ditutup karena pembangunan.

“Saya terpaksa lewat jalan raya. Takut keserempet juga, tapi mau bagaimana lagi, trotoarnya tertutup proyek pelebaran,” kata dia, Selasa (15/9).

Dia berharap, pembangunan bisa cepat selesai sehingga warga yang biasanya berjualan di Pasar Jatingaleh ini bisa melakukan aktivitasnya. Selain itu, selama pembangunan dia ingin hak pejalan kaki tidak dihilangkan sehingga memaksanya untuk turun ke jalan raya dan membahayakan diri dengan mendekat ke padatnya kendaraan.

Sementara, menurut Kepala Satker Metropolitan, Danang Tri Wibowo, proses pengerjaan akan memakan waktu hingga Oktober 2016 mendatang. Saat ini, yang paling mendesak adalah pelebaran jembatan tol Jatingaleh. Selanjutnya Jalan Teuku Umar akan dilebarkan dari 20 meter menjadi 30 meter.

“Sebenarnya sudah mulai kami lakukan pembangunan sejak awal pekan lalu. Alat berat juga sudah kami kerahkan untuk memapras penghambat di sekitar proyek. Saat ini pula proses pembebasan tanah dilakukan oleh Pemerintah,” ujarnya, Kamis (10/9). (ade)

You might also like

Comments are closed.