Warga Plumbon Bersih-bersih Kuburan Massal Korban Tragedi 1965

Warga Kampung Plumbon, Ngaliyan melakukan kerja bakti di area kuburan massal yang diduga anggota PKI, Jumat (29/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Warga Kampung Plumbon, Ngaliyan melakukan kerja bakti di area kuburan massal yang diduga anggota PKI, Jumat (29/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Belasan warga dari Kampung Plumbon, Wonosari Kecamatan Ngaliyan berbondong-bondong membersihkan akses jalan dari kampungnya menuju kuburan massal yang diduga merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), Jumat (29/5).

Warga dibantu komunitas pegiat sejarah beserta mahasiswa memulai membersihkan sampah dan merapikan akses sejak pukul 09.00 pagi tadi.

“Kegiatan mereka bukan tanpa alasan. Rencananya Senin (1/6) besok akan ada pembacaan doa lintas agama untuk ke-24 orang yang dikuburkan secara massal tersebut,” kata Lurah Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Sulistyo, usai kegiatan.

Dalam kegiatan Senin mendatang, warga juga akan mengundang beberapa pejabat di tingkat kecamatan hingga kota. Ini dilakukan agar warga berdamai dengan masa lalu dimana tragedi 1965 dirasa sebagai tragedi yang sensitif sampai sekarang.

Gerakan ini juga dilakukan lantaran rasa persaudaraan di Kampung Plumbon sangat kental. Sulistyo menuturkan, justru warga sekitar lah yang menjaga makam korban PKI tersebut sampai sekarang. (ade)

You might also like

Comments are closed.