Warga Tolak Hadiri Dialog Pelepasan Lahan Proyek Reaktivasi Rel Pelabuhan

METROSEMARANG.COM – Puluhan warga Kebonharjo menolak menghadiri dialog kedua untuk proyek reaktivasi rel kereta api rute Pelabuhan Tanjung Emas di Gedung Marabunta Semarang, Kamis (28/4). Metrosemarang.com memantau di Gedung Marabunta pukul 11.00 WIB, hanya ada kurang lebih 15 warga yang mengikuti dialog bersama PT KAI tersebut.

Di kursi-kursi yang telah disediakan PT KAI tampak kosong. Warga yang datang kebanyakan hanya duduk di barisan depan sedangkan sisanya hanya ditempati petugas keamanan dan pejabat Daop 4 Semarang.

Warga Kebonharjo bersikeras menolak proyek reaktivasi jalur rel Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas. Sebagian besar warga memilih tidak datang dalam dialog dengan PT KAI, Kamis (28/4) siang. Foto: metrosemarang.com/
Warga Kebonharjo bersikeras menolak proyek reaktivasi jalur rel Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas. Sebagian besar warga memilih tidak datang dalam dialog dengan PT KAI, Kamis (28/4) siang. Foto: metrosemarang.com/dok

Paiman Sulaiman, Senior Manager Penjagaan Aset KAI Daop 4 Semarang mengatakan, dialog bersama warga Kebonharjo tetap dilanjutkan meski banyak yang tak hadir.

“Tetap kami lakukan sampai sosialisasi tahap ketiga pekan depan,” katanya, sembari menjelaskan tahap demi tahap kelanjutan proyek rel pelabuhan.

Paiman mengungkapkan proses pelepasan lahan di bantaran rel tak bisa dilakukan dengan sistem sewa lahan karena beberapa kendala teknis.

Proyek reaktivasi rel pelabuhan, katanya, akan dikerjakan secepatnya mulai tahun ini. Untuk itu warga diminta terus berembug dengan PT KAI agar proyek tersebut terealisasi.

Seorang warga Kebonharjo meminta PT KAI memenuhi segala tuntutan soal pelepasan lahan di bantaran rel. Menurutnya kompensasi yang harus diberikan KAI yakni senilai Rp 10 juta. “Kami menuntut pemberian kompensasi Rp 10 juta,” pungkasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.