‘Warga yang Terkena Dampak Pembangunan adalah Pahlawan’

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan warga yang rela tanahnya dibebaskan untuk proyek pembangunan adalah pahlawan. Karena telah mengikhlaskan untuk melepas bidang tanahnya demi warga masyarakat yang lebih besar.

Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau proyek Kampung Bahari di Tambaklorok. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Pertanyaannya selalu begini, kalau ada proyek butuh lahan, warga yang terkena ini jadi korban atau pahlawan? Kalau saya bilang mereka adalah pahlawan, karena mengikhlaskan diri untuk bisa melepas bidang tanahnya demi warga masyarakat yang lebih besar,’’ katanya.

Hal itu disampaikan Wali Kota yang karib disapa Hendi usai penyerahan sertifakat tanah warga setelah dipecah, karena sebelumnya sebagian lahannya terkena pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Waduk Jatibarang, di Balai Kota Semarang, Rabu (28/2).

‘’Ini penting, kalau kita masih dalam sebuah sikap yang individualisme, bahwa ini punyaku, aku tidak mau dibebaskan, ya pasti yang namanya wilayah Kota Semarang ini tidak akan berkembang dengan cepat,’’ lanjutnya.

Hendi mengatakan, pemerintah memahami sekali perasaan warga pasti merasa berat apabila tiba-tiba tanahnya harus diambil sebagian atau bahkan semuanya demi pembangunan. Apalagi orang yang sudah tinggal selama puluhan tahun.

‘’Tapi kalau bicara kita adalah jiwa ini untuk bangsa maka predikat pahlawan yang saya sebutkan itu insyaAllah akan membuat mereka lebih ikhlas lag (melepas tanahnya),’’ katanya.

Dia menambahkan, pemerintah saat ini tidak pernah lagi mengatakan yang namanya ganti rugi untuk warga yang bidang tanahnya terdampak pembangunan. Tetapi pemerintah selalu mengatakan dan memberikan ganti untung.

Hendi menyarankan, warga yang saat ini belum memiliki sertifikat tanah agar segera mengurus. Karena sertifikat atas hak milik ini adalah sebuah tanda resmi dari pemerintah kepada warga sebagai kepemilikan atas bidang tana.

‘’Dengan punya sertifikat itu nanti kalau suatu saat ada persoalan apapun terkait dengan kepemilikan tanah, maka yang bersangkutan akan mendapat ganti untung atau mendapatkan perlindungan hukum dari pemeirntah,’’ tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.