Warganya Terlibat Tarian Erotis, Dewan Semarang Minta Pengusutan

SEMARANG – Kasus tiga penari erotis yang beraksi di Pantai Kartini, Jepara, Sabtu (14/4) turut mencuri perhatian DPRD Kota Semarang. Disebutkan salah satu dari tiga perempuan penari erotis itu adalah warga penduduk Ibu Kota Jateng ini.

uu pornografi
sumber gambar: bukukita.com

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengatakan, kasus yang membuat prihatin banyak pihak itu harus diusut tuntas. Pihak-pihak yang terkait di Kota Semarang diharapkan bisa menindaklanjuti apakah betul ada warga Semarang.

Baca: Tarian erotis di Ultah Komunitas NMAX

‘’Ini supaya diusut tuntas. Apakah betul perempuan yang terlibat di dalamnya ada warga penduduk Kota Semarang,’’ katanya, Rabu (18/4).

Kasus ini fenomena yang sangat meresahkan masyarakat. Sebab di tempat terbuka seperti itu mereka menggelar kegiatan yang seronok dan sangat tidak mendidik. Ia menegaskan sangat menyesalkan kejadian seperti itu melibatkan warga Kota Semarang.

Baca: Polisi Buru Penari Erotis

Menurut Anang BU, kegiatan seperti itu sudah termasuk melanggar Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi. Sanksinya pun menurutnya sangat besar. Perbuatan itu sangat bertentangan dengan upaya penguatan pendidikan karakter oleh pemerintah.

‘’Di saat kita itu mendorong untuk penguatan pendidikan karakter di anak-anak sekolah dan generasi muda, tapi di sisi lain ada kelompok masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan yang seperti itu,’’ ucapnya kecewa.

Namun demikan, politisi Partai Golkar ini juga mengharapkan agar masyarakat yang punya rekaman video tarian erotis di Pantai Kartini tersebut juga tidak memviralkan. Selain bukan hal yang layak juga dapat terancam Undang-Undang ITE.

‘’Jangan sampai malah jadi korban karena iseng memviralkan itu, malah nanti menjadi masalah,’’ tandasnya.

Baca: Kasus Tari Tari Erotis, Polisi Tetapkan 6 Tersangka 

Hingga saat ini polisi telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus tarian erotis ini. Mereka adalah B dan H (panitia penyelenggara), AL (penghubung atau pencari penari) dan tiga penari serta seorang agennya yang berinisial E alias Mami. Tiga penari tersebut yakni K warga Purwokerto, V warga Semarang serta E warga Pati. (duh)

Comments are closed.