Warna-warni Gedung DMZ di Kota Lama Tuai Kontroversi

METROSEMARANG.COM – Gedung eks Van Dorp di Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Semarang yang kini menjadi museum 3D, Dream Museum Zone (DMZ) Semarang belakangan ini menjadi kontroversi. Penyebabnya adalah dicatnya gedung tersebut menjadi warna-warni.

Gedung eks Van Dorp di Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Semarang yang kini menjadi museum 3D, Dream Museum Zone (DMZ) Semarang memiliki warna yang kontras dengan lingkungan sekitar menuai kontroversi. Foto: metrosemarang.com/adelukmono

Arsitek senior, Satrio Nugroho akhirnya angkat bicara terhadap permasalahan tersebut. Dia mengaku sedih lantaran gedung tersebut menghilangkan suasana Kota Lama karena warnanya yang kontras dengan sekitarnya.

“Kota Lama telah menjadi kawasan cagar budaya. Tentu saja bukan berbicara gedung per gedung. Kawasan Cagar Budaya Kota Lama itu sendiri telah diatur di dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2003,” paparnya, Selasa (2/1).

Karena warnanya, eks Van Dorp tersebut terkesan aneh dan menonjol dan disesuaikan dengan bangunan Kota Lama. Tetapi yang menjadi sorotan adalah mengenai Perda yang sudah dibuat oleh Pemkot Semarang justru malah ditabrak sendiri.

Dijelaskan, cat warna-warni bukan menjadi hal yang dilarang. Tetapi cat warna-warni itu ketika diterapkan di bangunan-bangunan di satu kawasan cagar budaya, apalagi di jalan utama, mestinya menyesuaikan dengan bangunan di sana. Pihaknya akan melakukan pertemuan untuk melakukan kajian dengan data-data yang ada sehingga nanti diharapkan akan ketemu solusinya. (ade)

You might also like

Comments are closed.