Whilda Chaq: Memetik Keuntungan Twinning Program Udinus

Whilda Chaq
Whilda Chaq

PERSAINGAN antar perguruan tinggi menuntut masing-masing institusi pendidikan terus berinovasi. Seperti Twinning Program Udinus (Universitas Dian Nuswantoro) misalnya. Dalam program ini, mahasiswa bisa belajar dua tahun di Udinus dan dua tahun di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Salah satu mahasiswa Udinus yang beruntung mengikuti Twinning Program yakni Whilda Chaq. Pemuda kelahiran Suruh Kabupaten Semarang berusia 24 ini baru saja merampungkan pendidikannya di ITB pada Oktober tahun lalu.

“Saat itu karena ada peraturan, Twinning programnya jadi tiga tahun di ITB. Tapi saya tetap bersyukur, karena bisa lulus dengan IPK 3.78,” katanya kepada metrosemarang.com, Jumat (1/5).

Pada November lalu, dia juga merampungkan pendidikannya di Udinus. Setelah sempat berpengalaman magang di Bank Indonesia (BI) pusat di Jakarta, Whilda berhasil lolos seleksidi CBS Techno Ltd Jepang di bagian software engineering trainee dan akan berangkat ke Jepang pada Selasa (12/5) mendatang.

“Di Udinus proses pembelajarannya matang, sehingga saya tidak terlalu ngoyo untuk adaptasi di ITB. Dan Twinning Program sangat dibutuhkan bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk memajukan pendidikan Indonesia,” pungkas penghobi olahraga itu. (ans)

 

You might also like

Comments are closed.