Wilayahnya Tergenang Banjir, Dua Camat Dimutasi

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sepertinya sangat kecewa dengan kerja para jajarannya dalam penanganan masalah banjir. Dia pun langsung melakukan rotasi para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

Genangan lumpur sisa banjir yang terjadi di Karangoto Genuk, Februari 2017. Foto: metrosemarang.com/dok

“Nyatanya hujan 3 hari jalan tergenang, nyatanya kemarin saya lewat Kemijen, masih ada jalan rusak,” kata Hendi, sapaan akrabnya.

Dia menyatakan seharusnya para pejabat tersebut malu karena tidak menjalankan tugas dengan baik. “Kita ini wong Jowo punya budaya pakewuh (budaya malu), jadi nek panjenengan tidak bisa mengemban tugas baik, seharusnya ewuh (malu) dengan yang memberi posisi, ewuh dengan keluarga, ewuh dengan masyarakat,” lanjutnya dengan suara yang sedikit meninggi.

Hendi mengungkapkan kekecewaannya tersebut saat memberi pengarahan kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang yang dirotasinya, Rabu (4/10). Bertempat di Ruang Loka Krida Balai Kota Semarang, total ada 339 pejabat yang dirotasi Hendi.

Pejabat yang dirotasi tersebut di antaranya adalah Kepala UPTD Pompa Banjir Wilayah Tengah I pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, yang semula dijabat Dodik Brilianto, saat ini jabatannya diisi oleh Guntur Rachmanto.

Kemudian juga ada rotasi pada pemangku wilayah yang selama 3 hari ini sebagian wilayahnya tergenang, yaitu Kecamatan Semarang Timur dan Genuk. Untuk Camat Semarang Timur yang semula dijabat Ari Djoko Santoso, saat ini diganti oleh Sutrisno. Sedangan Camat Genuk yang sebelumnya dijabat oleh Sumarjo, kini dialih tugaskan ke Ali Muhtar, yang sebelumnya Camat Mijen.

Selain itu untuk memaksimalkan pencegahan banjik melalui optimalisasi pendirian bangunan yang dapat berpotensi menghambat saluran, Kepala Seksi Pengawasan Tata Ruang dan Bangunan Gedung Dinas Penataan Ruang Kota Semarang pun ikut dirotasi. Dari yang sebelumnya dijabat Lisa Oktavia Tutuarima, dialihkan tanggung jawabnya kepada Sugeng Yusiyanto.

“Pejabat itu harus memiliki pola pikir yang inovatif!”, tegas Hendi di depan para pejabat yang dirotasinya.

Dirinya meminta para pejabat untuk berupaya menemukan sebuah alternatif solusi apabila dalam pekerjaan ditemukan kendala, hal tersebut agar tujuan yang diharapkan tetap dapat tercapai.

Menurutnya, rotasi yang dilakukannya pada hari ini adalah menjadi pertimbangan yang terbaik. “Jangan kecewakan kepercayaan yang saya berikan, jaga betul amanah yang diberikan,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.