Wine, Sumber Energi yang Pernah Dianggap Lebih Sehat dari Air Putih

Cara dan Waktu Minumnya Tak Sembarangan

Wine dibagi menjadi dua jenis, yaitu White Wine dan Red Wine. Erica menjelaskan, sebenarnya kedua jenis ini tidak terlalu banyak perbedaan dan sama-sama dibuat dari buah anggur

BERATUS tahun lalu, penduduk negara-negara yang memiliki empat musim memiliki kebiasaan menyimpan cadangan makanan atau hasil panen dalam bentuk yang lebih awet. Hal itu dilakukan agar dalam melewati musim dingin, mereka bisa tetap bertahan hidup dengan ketersediaan sumber energi cadangan di rumah masing-masing.

Erica Ribaldi menceritakan, nenek moyangnya di Italia yang menyimpan hasil panen berupa anggur yang difermentasikan. Pada saat itu, terciptalah wine sebagai sumber energi untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

“Setiap hari nenek moyang kami pergi ke ladang. Wine merupakan sumber energi saat itu. Karena dilakukan secara terus-menerus, akhirnya meminum wine seperti menjadi sebuah budaya dan tradisi di sini,” tutur Erica. Ia adalah Exsport Director of Frescobaldi.

Frescobaldi adalah perusahaan yang memproduksi wine sejak 700 tahun lalu. Didirikan oleh keluarga Frescobaldi dari Tuscany, Italia. Tahun 1308, keluarga mulai memproduksi anggur Tuscan dan mengembangkannya. Frescobaldi juga menyuplai wine untuk Henry VIII, dengan kontrak yang ditandatangani oleh Raja Inggris.

Keluarga Frescobaldi memiliki ahli agronomi bernama Vittorio degli Albizi. Tak lain adalah besan keluarga tersebut. Albizi dibiayai Frescobaldi untuk merintis teknik produksi anggur moderen di Tuscany. Pada tahun 1855, Albizi memperkenalkan tanaman anggur Chardonnay, Cabernet dan Merlot ke wilayah tersebut.

Chardonnay merupakan anggur pembuat wine dari Burgundy, Prancis. Wine jenis Chardonnay adalah wine putih yang tenar pada tahun 1990. Sedangkan Cabernet dan Merlot merupakan dua jenis wine merah yang terkenal di Amerika Serikat.

(dari berbagai sumber)

 

 

Lebih Sehat Ketimbang Air Putih?

Bir juga diperlakukan demikian, terutama di Jerman. Banyak masyarakat zaman dahulu yang lebih memilih meminum Wine atau Bir daripada meminum air putih.

Saat itu, air putih dianggap lebih berbahaya ketimbang Wine atau Bir. Kandungan air yang penuh bakteri dianggap bisa mengganggu kesehatan. Sedangkan dalam minuman fermentasi beralkohol seperti Wine, bakteri yang mengganggu kesehatan tidak akan bisa tumbuh.

Dia mencontohkan kesamaan dengan negara-negara di Asia yang masyarakat memilih menkonsumsi teh daripada air putih. Teh dinilai lebih sehat daripada air putih biasa karena melalui proses pemasakan. “Di negara kami tidak ada kebun teh atau kopi. Saat itu adanya kebun anggur,” tuturnya.

Kami menghindari meminum Wine di luar. Itu sudah menjadi tradisi keluarga kami. Dengan demikian, meminum Wine akan lebih terkontrol.

– Erica Ribaldi, Exsport Director di Frescobaldi (produsen anggur tertua di Italia)

 

Tidak untuk Diminum Sembarangan

Namun Erica juga memberi nasihat bahwa meminum Wine terlalu banyak juga akan berakibat mabuk. Dia menyarankan agar pengemudi tidak terlalu banyak meminum Wine agar bisa tetap fokus mengemudikan kendaraan.

Dia memberi saran, menikmati Wine yang terbaik adalah dengan orang-orang tersayang, bisa keluarga ataupun teman-teman untuk melakukan selebrasi tertentu. Wine tidak dianjurkan diminum secara sembarangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Di keluarga saya, meminum Wine harus di meja makan dan dilakukan bersama dengan menyantap makanan. Kami menghindari meminum Wine di luar. Itu sudah menjadi tradisi keluarga kami. Dengan demikian, meminum Wine akan lebih terkontrol,” kata dia.

Meminum Wine sebaiknya juga diimbangi dengan makanan pendamping. White Wine lebih cocok bersanding dengan makanan yang membuat mulut kita menjadi lebih bersih, seperti makanan ringan dan onion ring. Sedangkan Red Wine lebih cocok bersanding dengan makanan berat seperti steak, sate dan lainnya.

wine semarang
Gerald Boyd, seorang penulis wine yang bekerja secara freelance. Perhatikan cara memegang gelas dan mencium aroma wine sebelum diminum. (sumber: wine-blog.org)

Memegang gelas Wine juga ada aturannya. Diusahakan tangan tidak menyentuh lambung gelas di mana Wine berada. Tangan sebaiknya memegang gagang gelas di bagian bawah agar suhu tubuh manusia tidak mengubah suhu wine saat dituangkan karena bisa mempengaruhi rasa.

Selain itu, cara menikmati Wine adalah dengan merasakan aromanya sesaat sebelum meminumnya dengan cara menggoyangkan gelas dan mendekatkan hidung ke mulut gelas. Menyimpan botol Wine juga harus diposisikan horisontal, tidak terlalu banyak guncangan, dalam suhu rendah serta menghindarkannya dari sinar matahari.

 

 

Merah dan Putih Soal Selera

Populernya, Wine dibagi menjadi dua jenis, yaitu White Wine dan Red Wine. Erica menjelaskan, sebenarnya kedua jenis ini tidak terlalu banyak perbedaan dan sama-sama dibuat dari buah anggur.

wine semarang
Exsport Director of Frescobaldi, Erica Ribaldi saat Wine Testing di Alibi Bar and Food, Senin (3/9/2018). Foto: istimewa

Dia menjelaskan, White Wine dibuat dengan anggur yang sudah dikupas kemudian difermentasikan. Sementara Red Wine terbuat dari anggur yang tidak dikupas kulitnya dan difermentasikan lebih lama.

Erica menambahkan, meskipun banyak varian rasa Wine, setiap orang tetap memiliki selera masing-masing. Ada yang suka Wine dengan rasa yang fruity dan aroma manis, ada pula yang menyukai Wine dengan rasa yang kuat dan sedikit pedas dan lain sebagainya.

“Kalau saya diharuskan untuk memilih antara White Wine atau Red Wine, saya memilih White Wine. Namun saya tetap suka keduanya,” ungkapnya.

Reporter:  Ade Lukmono
Editor: Eka Handriana

Comments are closed.