Wisatawan Gua Kreo Diimbau Waspada Serangan Kera

METROSEMARANG.COM – Sejumlah pengunjung diminta mewaspadai serangan kera ekor panjang dengan jumlah populasi terbesar di kawasan wisata Gua Kreo. Kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman menyatakan kerap berkoordinasi dengan pengelola Gua Kreo untuk meredam gangguan kera ekor panjang setiap musim liburan panjang.

Pengunjung berinteraksi dengan kera di kawasan wisata Gua Kreo. Foto: metrosemarang.com/dok

“Manajernya Gua Kreo sering datang kemari. Mereka juga berkirim surat. Mereka memang belum memberikan sinyal bahaya terkait agresifitas monyet ekor panjang, tetapi kami mengimbau kepada pengunjung Kreo agar lebih waspada,” ungkap Suharman, kepada metrosemarang.com, Minggu siang (8/4).

Ia menyebut monyet ekor panjang terkadang dilaporkan merebut telepon genggam maupun tas para pengunjung yang sedang berwisata di Kreo.

Maka dari itu, dirinya sudah memperbanyak rambu-rambu pengumuman untuk mengantisipasi serangam monyet ekor panjang. “Kita rutin berkoordinasi dengan pengelola Gua Kreo karena untuk menanggulangi monyet ekor panjang,” bebernya.

Namun, ia menuturkan bahwa serangan monyet tak hanya muncul di Gua Kreo saja. Ia bilang gangguan monyet juga bermunculan di Bali, Lampung, Bengkulu sampai Jawa Barat.

Biasanya, katanya munculnya serangan monyet akibat habitatnya di hutan yang terusik oleh ulah tangan-tangan manusia.

“Pekan depan setelah berembuk di Kantor Kementerian Lingkungam Hidup dan Kehutanan (KLHK), hasilnya sudah bisa diketahui. Apakah ada formula untuk mengatasi serangan monyet ini,” jelasnya.

Sedangkan, Mamit Sumitra, Kepala UPTD Argo Wisata Gua Kreo menambahkan kawanan monyet ekor panjang selama ini kerap bertindak agresif untuk merebut tas pengunjung yang berisi makanan.

“Beberapa kali ditemukan tapi jumlahnya tidak banyak kok,” ujar Mamit. Monyet ekor panjang saat ini tetap menjadi daya pikat utama bagi para pelancong yang mampir di Goa Kreo. (far)

You might also like

Comments are closed.