Wong Edan! Sudah Dapat Ibunya, Anaknya Diembat Juga

cabul kendal
Pelaku pencabulan anak kandung (tengah).

 

METROSEMARANG.COM – Buntarman (53) benar-benar sudah gila. Warga Krajan Kulon Kaliwungu Kendal ini tak puas hanya menggauli istrinya, anaknya yang masih berusia 14 tahun diembat juga. Meski sempat buron 5 bulan, dia akhirnya dibekuk Sat Reskrim Polres Kendal.

 

Perbuatan bejat Buntarman dilakukan pada hari Minggu 12 April 2015 silam. Saat itu korban sedang tidur di kamar bersama kakaknya. Gadis kelas 2 SMP itu lalu dibangunkan dan diminta untuk pindah kamar ibunya. Karena tidak curiga korban menuruti ajakan ayahnya tersebut.

Di dalam kamar tersebut, di sebelah istrinya yang sudah tertidur pulas, pelaku tanpa menunggu lama langsung melancarkan aksi cabulnya dengan meraba-raba kemaluan korban. Karena takut korban saat itu hanya diam saja. Kurang lebih 10 menit pelaku menghentikan perbuatannya dan kemudian tidur.

Keesokan harinya saat terdengan adzan subuh korban bangun dan mandi. Korban berniat akan tidur kembali ke kamar bersama kakaknya. Namun oleh pelaku disuruh lagi tidur di kamar ibunya yang saat itu sudah berangkat bekerja. Di tempat itulah gadis polos itu dinodai ayahnya dan diancam akan dibunuh.

“Saya khilaf sampai melakukan hubungan baadan. Saat saya ajak anak saya menuruti semua perintah saya dan tidak berontak,” aku Buntarman saat diperiksa di Mapolres Kendal, Minggu (4/10).

Mengetahui tindakan bejatnya akan dilaporkan ke Kepolisian pelaku kabur untuk menghindari petugas. Namun setelah pencarian selama kurang lebih 5 bulan oleh petugas Sat Reskrim Polres Kendal akhirnya pelaku berhasil ditangkap didaerah Pekalongan dan dibawa ke Polres Kendal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Kendal IPTU Fiernando Andriansyah mengatakan, korban merupakan anak kandung dari pernikahan siri. “Jadi statusnya anak kandung pelaku,” katanya.

Pelaku dijerat dengan pasal 81 Juncto 76 d dan atau 82 juncto 76 e UURI No.35 th 2014 tentang perubahan UURI No.23 th 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal  maksimal 15 tahun penjara. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.