Wow, Dana Kampanye Sigit 29 Kali Lipat di Atas Soemarmo

Anggota JPPR, Yedi Permana (kiri) menyerahkan berkas temuan dana kampanye kepada Konisioner KPU Kota Semarang, Agus Suprihanto, Rabu (25/11) sore. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Anggota JPPR, Yedi Permana (kiri) menyerahkan berkas temuan dana kampanye kepada Konisioner KPU Kota Semarang, Agus Suprihanto, Rabu (25/11) sore. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Dana kampanye pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang dianggap tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya. Setidaknya dari hasil temuan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kota Semarang terkait perbedaan besaran dana kampanye yang sangat mencolok dari masing-masing paslon.

Dana kampanye yang dibatasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang untuk Pilwakot 2015 adalah sebesar Rp 16 miliar. Para Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang tidak diperbolehkan menggunakan dana melebihi angka yang disepakati bersama tersebut.

Langkah tersebut mendapat apresiasi JPPR karena menjunjung nilai keadilan dan kesetaraan antar Paslon. Dijelaskan, ada tiga tahap pelaporan dana kampanye dalam Pilwakot 2015.

“Laporan Awal Dana Kamanye (LADK) sudah diserahkan pada 26 Agustus 2015. Sedangkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) juga sudah dilaporkan kepada KPU pada 16 Oktober 2015 lalu. Sedangkan laporan akhir akan diserahkan pada 6 Desember mendatang,” papar anggota JPPR Kota Semarang, Yedi Permana, Rabu (25/11) sore.

JPPR menemukan beberapa keunikan dalam LADK, di antaranya Paslon nomor urut 3, Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso yang sudah melaporkan dana kampanye sebanyak Rp 3 miliar. Itu pun berasal hanya dari kantong Sigit. Jumlah tersebut sangat fantastis dibandingkan Paslon nomor urut 1, Soemarmo dan Zuber Safawi. “Perbandingannya hampir 29 kali lipat,” kata dia.

Untuk diketahui, cakupan informasi yang tercantum dalam LADK meliputi, rekening khusus dana kampenye, sumber perolehan saldo awal, dan penerimaan sumbangan yang bersumber dari paslon, parpol, gabungan parpol dan pihak lain.

Namun, tidak semua paslon mencantumkan laporan secara rinci. Pasangan Soemarmo-Zuber Safawi hanya memberikan laporan dana kampanye sebesar Rp 100 juta plus sumbangan dari gabungan parpol senilai Rp 1.150.000 tanpa menyampaikan laporan pengeluaran.

Sedangkan Sigit-Agus dan Hendi-Ita cukup rinci dalam menyampaikan laporan. Sigit-Agus mencantumkan penerimaan yang bersumber dari dana pribadi sebesar Rp 3.001.500.000 dan pasangan Hendi-Ita mencantumkan dana awal sebesar Rp 500 juta.

Untuk LPSDK, Sigit-Agus melaporkan dana sebesar Rp 3 miliar. Angka tersebut masih jauh di atas dua paslon lainnya. Pasangan Hendi-Ita sebesar Rp 853 juta dan Soemarmo-Zuber sebesar Rp 879 juta.

Sementara itu, Edi Faisol dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang mengatakan, dana yang sudah disetorkan tersebut masih perlu diinvestigasi lebih lanjut. Menurutnya, untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah tidak semurah seperti yang telah dilaporkan. (ade)

You might also like

Comments are closed.