Wow, Juru Parkir Diusulkan Digaji Bulanan di Atas UMK

 

Penataan parkir Pandanaran. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Penataan parkir Pandanaran. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Persoalan parkir masih menjadi pekerjaan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang belum terselesaikan. Untuk mengurai permasalahan tersebut, Pemkot dinilai dapat merintis kebijakan untuk menggratiskan parkir tepi jalan.

Hal itu disampaikan pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Joko Setijowarno, Senin (8/12). Jika parkir tepi jalan gratis, maka sebagai konsekuensi pemkot lalu menggaji bulanan juru parkir (jukir). ‘’Nilainya melebihi Upah Minimum Kota (UMK),’’ katanya.

Sebagai pemasukan, pemkot dapat memasang gerbang jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di jalan-jalan yang dianggap potensial parkir di tepi jalan. Dengan ERP, selain ada pemasukan yang terukur, juga dapat sebagai pengendali kendaraan pribadi. ‘’Ketimbang memungut parkir seperti sekarang yang cenderung banyak menguap,’’ ujarnya.

Karena sistem pungutan yang konvensional, lanjutnya, diperkirakan 75% pendapatan parkir tepi jalan tidak masuk kas daerah. Bandingkan dengan pendapatan Stasiun Gambir mencapai Rp18 miliar/tahun. Sementara Kota Semarang tidak sampai Rp 4 miliar/tahun dengan 1,3 juta unit kendaraan bermotor. (MS-13)

 

 

You might also like

Comments are closed.