“Yellow Box Junction” Bukan Sekadar Pemanis Persimpangan

Yellow Box Junction di perempatan Ngesrep Tembalang. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Yellow Box Junction di perempatan Ngesrep Tembalang. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Pernahkah Anda mendengar istilah “Yellow Box Junction”? Yup, YBJ adalah marka jalan berbentuk segi empat berwarna kuning yang berfungsi untuk mencegah penumpukan kendaraan di persimpangan lampu merah. Sesederhana itukah?

Pengendara di Semarang masih asing dengan marka jalan yang sebenarnya sudah banyak digunakan di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya. YBJ biasanya dipasang di perempatan jalan yang cukup lebar. Di Semarang, jumlahnya belum begitu banyak, salah satunya di perempatan lampu merah Ngesrep, tepatnya depan patung kuda.

Di situ terdapat garis marka berwarna kuning di antara garis marka warna putih. Bentuknya segi empat dan di tengahnya ada garis antar sudut yang menyilang. Garis kuning tersebut terletak di dalam garis marka putih yang ada di sekitar perempatan tersebut.

Salah satu pengendara Muhammad Zainal Arifin, yang sering lewat Tembalang mengaku tidak mengetahui apa sebenarnya fungsi garis marka tersebut.

“Nggak tahu saya, kalau nggak salah itu jalur bebas yang harus steril dari pemberhantian kendaraan saat menunggu lampu merah. Kendaraan tersebut tidak boleh melalui garis tersebut,” kata karyawan PT Armada Hada Graha bagia logistik, Rabu (23/12) sore.

Zaenal sapaan akrabnya, mengaku tak begitu memperhatikan garis marka jalan yang satu ini. Dia bahkan baru menyadari kalau ada garis marka khusus yang diberi warna kuning dengan bentuk kotak.

“Mungkin kurang sosialisasi dari pihak terkait, sehingga masyarakat nggak pada tahu apa sebenarnya fungsi garis itu,” ungkapnya.

Penjelasan Zaenal tidak tidak sepenuhnya salah. YBJ sebenarnya sudah digunakan di Indonesia sejak 2010. Dikutip dari situs Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, YBJ berfungsi untuk mencegah agar arus lalu lintas (lalin) di persimpangan tidak terkunci saat kepadatan terjadi.

Garis YBJ ini menjadi pembatas yang tidak boleh dilintasi oleh pengendara ketika antrean kendaraan di area persimpangan padat. Pengendara di sisi jalan lain tetap tidak boleh melintas, sekalipun lampu sudah menyala hijau, ketika masih ada kepadatan di area YBJ.

Bagaimana jika nekat menerobos? Menurut Pasal 287 ayat (2) juncto Pasal 106 ayat (4) huruf a, b dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, hukuman pidana bagi pelanggar YBJ adalah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.