Yoyok Sukawi: PSIS Tak Mau Diatur Tim Lain

 

Yoyok Sukawi
Yoyok Sukawi

SEMARANG – Chief Executive Officer PSIS Yoyok Sukawi akhirnya angkat bicara seputar parade lima gol bunuh diri di pertandingan PSS vs PSIS, Minggu (26/10). Menurutnya, semua komponen Mahesa Jenar sudah berusaha menghormati fair play sebelum akhirnya dirusak oleh tindakan tak sportif tuan rumah.

“Kami datang ke Sleman untuk bertanding dan tak punya kuasa mengatur hasil pertandingan. Apa yang dilakukan pemain-pemain PSIS di lapangan adalah tindakan reaktif atas ulah tak sportif PSS yang membuat gol bunuh diri. Mereka tidak terima PSIS dipermainkan,” katanya, Senin (27/10).

Yoyok pun menampik tudingan timnya sengaja mengalah agar terhindar dari bentrok melawan runner up Grup P Pusamania Borneo FC di babak semifinal. Politisi Demokrat ini menegaskan, PSIS siap melawan tim manapun di fase empat besar. Dia juga memahami keputusan anak buahnya ketika akhirnya juga membalas dengan gol bunuh diri.

“Kami tak mau diatur tim lain. Kalau kami memang ingin menghindari Borneo, ngapain datang ke Sleman. Sekalian saja kita tidak berangkat dan dianggap kalah WO, selesai. Tapi, kami tetap sportif dan menjalani pertandingan sesuai jadwal yang ditentukan,” tandasnya.

Pemilik nama lengkap A.S Sukawijaya itu menilai, pertandingan kemarin memang sudah di-setting agar PSIS bisa mengalahkan PSS. Salah satu indikasinya adalah pemindahan tempat pertandingan ke Stadion Sasana Krida dengan alasan panpel setempat tidak mendapat izin pihak keamanan untuk menggelar pertandingan di Stadion Maguwoharjo.

“Bagaimana mungkin klub mengorbankan peluang untuk mendapat pemasukan dari hasil penjualan tiket kalau memang tidak ada kepentingan yang lebih besar,” sindirnya.

Sebelumnya, pelatih PSS Heri Kiswanto menyebut, strategi untuk mencetak gol bunuh diri bukan di bawah kendalinya. Sebagai mantan atlet, Herkis paham betul nilai-nilai sportivitas dalam sebuah pertandingan olahraga. Pelatih 52 tahun itu juga pernah mengecam tindakan mantan pemain timnas Mursyid Efendi yang mencetak gol bunuh diri saat Indonesia bertemu Thailand, beberapa tahun silam.

“Sampai kapanpun saya tidak berubah (mengecam tindakan tak sportif). Tapi, PSS adalah sebuah organisasi. Saya tidak mau menyalahkan siapapun, silakan Anda nilai sendiri,” ujarnya saat jumpa pers seusai pertandingan. (*)

 

 

 

 

 

 

 

You might also like

Comments are closed.