Yuk, Belajar Membatik di Kampung Alam Malon

METROSEMARANG.COM – Kampung Alam Malon di Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati menjadi salah satu dari puluhan kampung tematik yang dicanangkan oleh Pemkot Semarang. Nuansa batik dan keasrian alam pegunungan menjadi daya tarik kampung ini.

Pelatihan membatik di Kampung Alam Malon. Foto: metrosemarang.com/ade kristandi

Ciri khas ketika memasuki wilayah Kampung Alam Malon yaitu bisa didapati nuansa kampung batik yang benar-benar nyata. Mulai dari pos kampling hingga tong sampah disulap menjadi lebih indah dengan corak batik.

Camat Gunungpati, Bambang Pramusinto menuturkan bahwa Kampung Alam Malon masih sangat alami dan sejuk sehingga diajukan kepada Pemkot Semarang untuk dijadikan kampung tematik.

“Rencanaya kami akan menambahkan kolam pemancingan umum yang nantinya bisa meningkatkan sektor perekonomian bagi warga Alam Malon,” katanya, belum lama ini.

Bambang Pramusinto
Foto: metrosemarang.com/ade kristandi

Bambang berharap bisa merangkul pihak swasta agar bersedia menyalurkan corporate social responsibility (CSR) untuk pengembangan Kampung Alam Malon dan Kampung Jawi yang ada di Kecamatan Gunungpati.

Dia menambahkan, batik menjadi salah satu unggulan di Kampung Alam Malon. Ada dua sanggar dan sekaligus butik batik yaitu Zie Batik Mangrove dan Salma Batik.

Saat ini pelatihan batik warna alam diikuti oleh 50 warga Kampung Alam Malon dan didampingi oleh pihak kecamatan dan kelurahan dan dilatih langsung oleh sanggar batik Zie Batik Mangrove.

Pelatihan membatik di Kampung Alam Malon. Foto: metrosemarang.com/ade kristandi

Dari pelatihan tersebut terbentuk empat kelompok batik yang terdiri dari batik citra, kristal, manggis dan delima. “Senang sekali bisa belajar batik dan bisa menjadi lahan bisnis, semoga bisa berkembang,” ujar Lastri (41) warga Kampung Alam Malon yang sangat berantusias belajar membatik.

Hino (45), pengelola Kampung Alam Malon menambahkan, peran warga dan karang taruna sangat penting dalam pengembangan kampung tematik. “Saat ini kami terus melakukan perbaikan perbaikan seperti fasilitas, gapura yang mencolok agar banyak orang yang tahu dan juga menambah lagi sanggar batik,” ujarnya. (MG01)

You might also like

Comments are closed.