Ziarah Sunan Bayat, Hendi Optimistis Semarang bakal Makin Hebat

METROSEMARANG.COM – Menjelang hari jadi ke-470 Kota Semarang pada 2 Mei, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajaran Pemkot dan Muspida ziarah ke makam Sunan Tembayat di Klaten, Kamis (13/4). Kegiatan ini untuk mengenang pendiri Kota Semarang yakni Ki Ageng Pandanaran atau yang dikenal pula dengan Sunan Tembayat atau Sunan Bayat.

Wali Kota Hendi saat ziarah ke makam Sunan Bayat di Klaten, Kamis (13/4). Foto: metrosemarang.com/istimewa

Melalui ziarah ini diharapkan akan lebih menumbuhkan rasa mencintai dan bangga dengan kotanya sendiri sehingga mau berbuat yang terbaik untuk Semarang.

Hendi, sapaan wali kota, menceritakan,
Dalam catatan sejarah Kota Semarang berasal dari sebuah desa di perbukitan Pragota yang didirikan oleh Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I). Sepeninggalnya, Semarang dipimpin oleh Sunan Bayat (Sunan Pandanaran II). Di bawah kepemimpinan Sunan Bayat inilah Kota Semarang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat hingga menarik Pangeran Hadiwijaya.

“Dan karena Sunan Bayat dapat memenuhi persyaratan peningkatan daerah, maka diputuskanlah Semarang menjadi setingkat dengan Kabupaten oleh Pangeran Hadiwijaya, tepatnya pada tanggal 2 Mei 1547,” jelasnya seperti dalam rilis Humas Pemkot Semarang yang dikirim ke metrosemarang.com, Kamis (13/4).

Kalau dicermati catatan sejarah tersebut, lanjutnya, fase lompatan besar Kota Semarang pertama kali adalah ada pada jaman kepemimpinan Sunan Bayat ini. “Setiap saya berziarah ke makam Sunan Bayat, rasa optimisme saya untuk membuat lompatan besar di Kota Semarang bertambah kuat berkali-kali lipat,” tuturnya.

Harapannya, rasa optimisme yang kuat untuk membuat Kota Semarang lebih baik dan lebih hebat itu juga selalu ada pada jajarannya di pemerintahan dan masyarakat semua. “Rasa optimisme ini penting untuk meneruskan tren positif menumbuhkan Kota Semarang dengan pesat seperti yang beliau (Sunan Bayat) lakukan,” katanya.

Selain sifat optimisme yang kuat, ia berharap dengan berziarah juga mampu selalu bersikap sederhana dan amanah dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Dalam ziarah ini turut hadir Kepala Disbudpar dan Olahraga Kabupaten Klaten, Joko Wiyono, para ulama, tokoh masyarakat, dan juru kunci makam serta kerabat Sunan Tembayat. Sedangkan doa bersama dipimpin oleh KH Hadlor Ikhsan dan KH Said serta mengundang 60 anak panti asuhan yang berasal dari Panti Asuhan Gatot Subroto, Panti Asuhan Nurul Quran, Panti Asuhan Al Mustagfirin. (duh)

You might also like

Comments are closed.