Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Dorong Digitalisasi JKN, BPJS Kesehatan Apresiasi 28 Faskes

– PENGHARGAAN- BPJS Kesehatan Cabang Semarang memberikan penghargaan kepada 28 fasilitas kesehatan (faskes) yang dinilai berkomitmen mendukung transformasi digital dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Foto : Dok.BPJS/metrojateng.com  

 

 

 

 

METROSEMARANG.COM, SEMARANG – BPJS Kesehatan Cabang Semarang memberikan penghargaan kepada 28 fasilitas kesehatan (faskes) yang dinilai berkomitmen mendukung transformasi digital dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Digitalisasi dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan sekaligus menjawab ekspektasi peserta yang terus berkembang.

 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy mengatakan, penyelenggaraan Program JKN menghadapi dinamika besar seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Karena itu, transformasi digital menjadi bagian penting untuk menghadirkan layanan yang lebih praktis bagi peserta serta meningkatkan efektivitas kinerja fasilitas kesehatan.

 

“Salah satunya dengan upaya transformasi digital yang menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan. Peserta JKN akan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis, sedangkan faskes dalam melayani peserta lebih efektif,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

 

Menurut Sari, digitalisasi pelayanan kesehatan menjadi salah satu ujung tombak dalam memperkuat layanan JKN. Penghargaan yang diberikan kepada faskes di Kota Semarang dan Kabupaten Demak diharapkan mampu mendorong seluruh fasilitas kesehatan untuk terus memajukan kualitas pelayanan.

 

Penilaian penghargaan didasarkan pada implementasi berbagai sistem digital, mulai dari integrasi antrean online dan sistem klaim hingga penerapan E-SEP, finger print, face recognition BPJS Kesehatan (FRISTA), bridging farmasi, dan rekam medis elektronik. Faskes dengan implementasi paling lengkap meraih predikat bintang lima, sementara lainnya mendapatkan bintang empat serta kategori khusus sesuai capaian digitalisasi layanan.

 

Ia menambahkan, hingga Januari 2026 jumlah kepesertaan Program JKN di Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah mencapai 2.952.020 jiwa atau 99,72 persen. Sejalan dengan capaian tersebut, BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan serta pemberi layanan kesehatan, baik tingkat pertama maupun lanjutan, guna meningkatkan kualitas layanan Program JKN.

 

Sementara itu, Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Tengah Edi Sumarwanto menegaskan rumah sakit dan BPJS Kesehatan memiliki tanggung jawab yang sama terhadap peserta JKN. Menurutnya, Program JKN tidak akan kuat tanpa kemitraan yang baik antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan, mengingat rumah sakit merupakan pilar utama dalam pelayanan kesehatan rujukan.

 

“PERSI Jateng berkomitmen untuk terus mendukung Program JKN. Saya ingin menegaskan jangan sekali-kali melakukan fraud dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.

 

Dalam ajang tersebut, Rumah Sakit Hj. Fatimah Sulhan Kabupaten Demak berhasil meraih penghargaan bintang lima atas keberhasilannya mengintegrasikan berbagai sistem digital layanan. Sejumlah rumah sakit lainnya seperti RSIA Plamongan Indah, Rumah Sakit Keluarga Sehat III Semarang, RSUD Dr. Adhyatma, MPH, Rumah Sakit Elisabeth, dan Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah memperoleh predikat bintang empat.

 

Penghargaan kategori fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) juga diberikan kepada beberapa institusi. Rumah Sakit Hermina Pandanaran meraih penghargaan dalam pencapaian iterasi obat pada peserta JKN sekaligus pemanfaatan antrean online melalui aplikasi Mobile JKN.

 

RSUD Sunan Kalijaga Demak dinilai terbaik dalam rekrutmen peserta Program Rujuk Balik (PRB), sementara Rumah Sakit Pelita Anugerah Demak unggul dalam penerbitan E-SEP dengan validasi biometrik. Adapun Rumah Sakit Permata Medika diapresiasi atas pemanfaatan antrean online melalui berbagai sumber layanan.

 

Pada kategori fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), penghargaan implementasi integrasi P-Care, antrean online, dan I-Care diberikan kepada Klinik Damayanti, Klinik Rubi Medika, Klinik Samsoe Hidajat, Klinik Bina Medika, serta dr. Sri Windarti. Klinik Puri Laras dan dr. Alifa Firda mendapat apresiasi atas capaian skrining riwayat kesehatan dan skrining sekunder, sedangkan Klinik Yakes Telkom bersama dr. Iko Umiati diakui dalam capaian peserta PRB aktif.

 

Penghargaan pengendalian tingkat rujukan peserta JKN diberikan kepada dr. Diyah Ayu Sri Winarsih dan Puskesmas Dempet. Sementara itu, Puskesmas Pandanaran Semarang dan Puskesmas Sayung I Demak mencatatkan pemanfaatan telehealth Mobile JKN terbanyak.

 

BPJS Kesehatan juga mengapresiasi pemanfaatan antrean online melalui aplikasi Mobile JKN kepada Puskesmas Bugangan, Puskesmas Miroto, Klinik Rubi Medika, Klinik Bina Medika, dr. Sri Musafaatun, dr. Ahmad Hasanudin, drg. M. Husnun Niam, dan drg. Irene Apriani.

 

Melalui penghargaan ini, BPJS Kesehatan berharap transformasi digital di sektor kesehatan dapat terus dipercepat sehingga menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, transparan, dan berkualitas bagi seluruh peserta JKN.(eff)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.